BANJARMASIN – Warga Jalan Kuin Selatan, Gang Pusara RT 13, Kelurahan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas gantung diri, Selasa (31/3/2026) siang sekira pukul 12.30 Wita.
Korban diketahui bernama M Rafi’i (38). Penghuni rumah nomor 12. Ia ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar.
Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan keluarga, lantaran korban sudah dua hari tidak terlihat keluar kamar seperti biasanya.
Amin (20), adik ipar korban menuturkan, dirinya diminta oleh mertuanya untuk memeriksa kondisi korban. "Saya mau mandi, lalu diminta mertua untuk melihat almarhum di kamar karena beberapa hari tidak terlihat," ujarnya.
Amin kemudian mencoba memanggil korban, namun tak mendapat respons. Ia lalu meminta bantuan anggota keluarga lainnya. "Dipanggil-panggil tidak ada sahutan, jadi kami minta bantuan keluarga lain,” katanya.
Kecurigaan semakin kuat setelah tercium bau tidak sedap dari dalam kamar. Keluarga akhirnya memutuskan membuka pintu dengan bantuan alat. "Pintu dibuka pakai linggis. Setelah terbuka, almarhum sudah dalam kondisi meninggal dunia, tergantung di kamar,” ungkapnya.
Menurut Amin, keseharian korban dikenal cukup aktif dan kerap keluar rumah, baik pagi maupun malam hari. "Biasanya habis makan, beliau keluar rumah untuk merokok dan bercengkerama. Tapi dua hari ini memang tidak terlihat sama sekali," tambahnya.
Ia juga menyebut, sehari sebelumnya, saat pulang dari Banjarbaru, tidak ada yang membukakan pintu seperti biasanya, sehingga ia masuk melalui pintu dapur.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke ruang pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi. "Saya baru menikah dan baru tinggal di sana, jadi belum terlalu tahu kondisi beliau sebelumnya," sambung Amin.
Sementara itu, paman korban mengungkapkan, status M Rafi’i diketahui seorang duda yang telah lama bercerai dari istrinya. Perceraian tersebut terjadi sekira belasan tahun lalu. Dari pernikahan itu, korban memiliki satu orang anak perempuan yang kini telah lulus SMA.
Saat ini, putrinya disebut sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin dari Kandangan setelah mendapat kabar duka. "Sudah lama bercerai, sekira belasan tahun. Anaknya satu perempuan, sudah lulus SMA. Ini lagi dalam perjalanan dari Kandangan ke Banjarmasin," ujarnya.
Menurut sang pamannya, korban dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang berkomunikasi dengan keluarga, termasuk orang tuanya, terlebih setelah berpisah dengan sang istri. "Orangnya memang tertutup. Jarang komunikasi dengan keluarga," katanya.
Ia menambahkan, terakhir kali bertemu dengan korban beberapa hari lalu. Saat itu tidak ada tanda-tanda mencurigakan. "Beberapa hari lalu sempat ketemu, seperti biasa saja, saling sapa dan bersalaman," ucapnya.
Untuk keseharian, korban diketahui bekerja sebagai penjaga malam atau wakar di kawasan setempat.
ma
Editor : Arief