BANJARMASIN – Suasana di Mapolresta Banjarmasin mendadak geger, Senin (30/3) siang. Seorang pria mengamuk di halaman tengah markas kepolisian di Jalan S Parman.
Pria tersebut berinisial HA (40), warga Jalan Perdagangan, Banjarmasin Utara. Ia datang menggunakan sepeda motor matik sambil membonceng anak laki-lakinya yang masih berusia dua tahun.
Setibanya di lokasi, HA langsung turun dari kendaraan dan secara spontan melempar helm ke arah petugas. Aksi itu sontak membuat kaget anggota yang berjaga.
Situasi makin memanas. Sambil menggendong anaknya, HA berteriak-teriak menuntut pertanggungjawaban atas hilangnya handphone miliknya.
"Ganti handphone saya yang hilang," teriaknya dengan nada tinggi, hingga menarik perhatian warga dan anggota di sekitar lokasi.
Petugas yang berupaya menenangkan justru kesulitan karena emosi HA semakin tak terkendali.
Khawatir membahayakan, anggota akhirnya mengamankan yang bersangkutan tanpa perlawanan berarti.
Dari pemeriksaan awal, HA mengaku nekat datang ke Mapolresta setelah mendapat bisikan gaib untuk menyampaikan pesan terkait kerusakan alam akibat tambang batu bara.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Eru Alsepa melalui Kanit Jatanras Iptu Boy Carter menjelaskan, sebelum kejadian, HA sempat berada di kamar kecil masjid di lingkungan Mapolresta.
"Setelah keluar, yang bersangkutan langsung emosi karena merasa handphone miliknya hilang dan menuduh anggota polisi mengambilnya,” ujarnya.
Namun fakta berbeda terungkap. Handphone yang dilaporkan hilang ternyata ditemukan di dalam tas milik HA sendiri.
Pihak kepolisian menduga HA mengalami gangguan kejiwaan. Keterangan keluarga menyebut perilakunya mulai berubah sejak tiga bulan terakhir dan kerap menunjukkan rasa curiga berlebihan.
"Saat ini kami sudah menghubungi istrinya untuk penanganan lebih lanjut. Sementara anaknya sudah dijemput pihak keluarga," jelasnya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief