BANJARMASIN - Sepekan pascakejadian pengeroyokan yang menimpa Ady Mufadhdhol (17), kondisi korban berangsur membaik. Pelajar kelas XI SMAN 9 Banjarmasin itu masih menjalani masa pemulihan akibat luka bacok gunting yang dideritanya.
Diketahui, Ady menjadi korban pengeroyokan oleh rekan sesama pekerja proyek pemasangan tiang internet. Salah satu pelaku utama, Adit, hingga kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Warga Kelayan Kecil RT 19, Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan itu kini sudah mulai pulih, meski masih membutuhkan perawatan lanjutan.
Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim, Ipda Sukma Yudistira Graha mengungkapkan, pihaknya terus melakukan upaya pencarian terhadap para pelaku.
Petugas bahkan sudah beberapa kali mendatangi kediaman para terduga pelaku. Namun hasilnya nihil.
"Kami sudah memantau rumah para pelaku, tapi sampai sekarang belum terlihat pulang. Ada dugaan mereka bersembunyi di luar Kota Banjarmasin, dan itu masih kami dalami," ujar Yudistira, Jumat (27/3).
Polisi juga meminta pihak keluarga pelaku untuk bersikap kooperatif. Selain itu, pesan tegas turut disampaikan agar para pelaku segera menyerahkan diri.
"Kami imbau agar pelaku menyerahkan diri sebelum kami temukan. Itu akan lebih baik," tegasnya.
Di sisi lain, pihak korban masih membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan, apabila ada itikad baik dari para pelaku.
"Namun, sampai saat ini belum ada itikad baik. Kami pastikan akan terus memburu, sampai kapan pun dan di mana pun mereka berada," sambung Yudistira.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Pramuka Gang Satria RT 26, Banjarmasin Timur, Senin (9/3/2026) sekira pukul 09.00 Wita.
Kejadian bermula saat para pekerja proyek hendak berangkat memasang tiang kabel optik di Sungai Batang, Kabupaten Banjar.
Saat bersiap menaiki mobil pikap dari markas kerja, situasi mendadak memanas. Seorang pekerja bernama Aditya (20) tiba-tiba menyerang korban.
Aksi tersebut tidak dilakukan sendiri. Ia dibantu saudaranya, Edo, serta adik iparnya, Kifli. Bahkan, dua kerabat lainnya ikut terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Sejumlah pekerja sempat berupaya melerai, namun situasi tak terkendali. Korban pun terjepit di antara tembok dan mobil pikap hingga kesulitan menyelamatkan diri.
Rekaman CCTV warga memperlihatkan detik-detik penyerangan. Dalam video itu, pelaku terlihat menggunakan gunting untuk menyerang korban sebelum kabur.
Diduga aksi tersebut telah direncanakan. Usai kejadian, pelaku disebut telah memesan ojek online yang datang beberapa menit kemudian, sementara pelaku lainnya melarikan diri ke arah jalan raya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief