BANJARMASIN - Libur Idulfitri di Banjarmasin diwarnai tiga peristiwa temuan mayat dalam beberapa hari terakhir. Seluruh kejadian sempat menggegerkan warga.
Peristiwa pertama terjadi Jumat (20/3) siang di Jalan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara. Warga menemukan jasad pria dalam kondisi membusuk di dalam rumah. Korban diketahui bernama M Zaini (52). Hasil visum luar tidak menemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit.
Tiga hari berselang, temuan serupa terjadi di Jalan Rawa Sari, Banjarmasin Tengah, Senin (23/3) petang. Hasan Alvendodi (42) ditemukan meninggal dalam kondisi membusuk di rumahnya.
Jasad korban pertama kali diketahui anaknya sendiri setelah mencium bau tidak sedap, meski masih tinggal serumah. Sebelumnya, korban sempat mengeluhkan sakit dada saat Lebaran, dan tidak lagi keluar kamar.
Peristiwa ketiga terjadi Selasa (24/3) pagi, di kawasan Jalan HKSN, Banjarmasin Utara. Seorang perempuan, Erdhita Arie Sandy (24), ditemukan meninggal di rumah kontrakan. Korban ditemukan tergeletak di dapur oleh rekan satu kontrakan. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi mengatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi, tidak ditemukan tanda kekerasan. "Setelah olah TKP dan pemeriksaan saksi, korban dievakuasi ke RSUD Ulin. Hanya dilakukan visum luar, karena keluarga menolak autopsi dan memilih segera dimakamkan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," jelasnya.
Polisi memperkirakan korban telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan. Penyebab kematian belum dapat dipastikan. "Untuk penyebab kematian kami tidak berani berasumsi. Yang jelas tidak ada tanda kekerasan," tambah Sunardi.
Ia menyebut, selama libur Lebaran terdapat dua kasus temuan mayat di wilayah hukumnya. Polisi mengimbau masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. "Kalau ada yang sakit, sebaiknya saling memperhatikan. Jangan sampai baru diketahui setelah kondisi seperti ini," pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief