Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur lelap itu sontak memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
Api pertama kali diketahui warga setelah terlihat kobaran dari salah satu rumah, yang kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain.
Material rumah yang didominasi kayu serta jarak antar rumah yang berdekatan membuat api dengan mudah menjalar ke bangunan lainnya.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut berdampak pada sedikitnya lima kepala keluarga. Rumah milik Yusran (2 KK, 6 jiwa), Nikmah (1 KK, 3 jiwa), dan Normian (1 KK, 1 jiwa) dilaporkan hangus terbakar 100 persen.
Sementara itu, rumah milik Alfiannor (1 KK, 5 jiwa) mengalami kerusakan sekitar 70 persen, dan rumah Syamsiah (1 KK, 3 jiwa) terdampak sekitar 10 persen.
Kepala Bidang Linmas dan Damkar HSU, H. Barkat, melalui Anggota Damkar HSU, Edy Saputra, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga berasal dari rumah milik Normian yang saat kejadian dalam keadaan kosong karena ditinggal ke rumah anaknya di Kapuas.
“Saat kejadian rumah dalam kondisi tidak berpenghuni, sehingga api tidak segera diketahui dan sudah membesar saat warga menyadari,” ungkapnya pada media ini.
Ia menambahkan, kobaran api yang cepat membesar dipicu oleh bahan bangunan yang mudah terbakar serta kondisi angin yang cukup membantu penyebaran api ke rumah-rumah di sekitarnya.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman dibantu oleh relawan dan masyarakat setempat.
“Proses pemadaman berlangsung cukup intens karena api sudah membesar saat petugas tiba. Namun berkat kerja sama semua pihak, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas lebih jauh,” tambah Edy.
Warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya sebelum bantuan datang.
Selain itu, warga juga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah masing-masing meskipun dalam kondisi panik dan terbatasnya waktu.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba itu.
Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meskipun hingga kini masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Saat ini, para korban terdampak untuk sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga terdekat sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Editor : Sutrisno