MARTAPURA - Proses evakuasi jasad perempuan yang ditemukan di Jalan A Yani Km 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Selasa (24/3/2026) malam, berlangsung cukup dramatis.
Kondisi lokasi yang minim cahaya, sempit, serta dipadati warga menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.
Identitas Korban adalah Haerani ZA. Perempuan 51 tahun itu ditemukan di bawah pohon pisang, di samping warung yang juga menjadi tempat tinggalnya sekitar pukul 18.57 Wita.
Titik penemuan berada di area sempit di bagian samping bangunan semi permanen yang dipenuhi barang dagangan dan material.
Akses menuju lokasi terbatas, membuat ruang gerak petugas tidak leluasa saat melakukan penanganan.
Selain itu, kondisi gelap pada malam hari membuat proses evakuasi harus mengandalkan penerangan tambahan.
Personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) sektor Gambut yang tiba pukul 19.17 Wita langsung memasang lampu untuk menerangi area.
“Fokus kami memberikan bantuan penerangan di area yang minim cahaya serta melakukan pengamanan lokasi agar Tim Inafis Polres Banjar dapat bekerja maksimal dalam proses identifikasi,” ujar Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, M Kasyaf R, Rabu (25/3/2026) pagi.
Di sisi lain, kerumunan warga yang berdatangan sempat memadati lokasi, bahkan hingga bahu Jalan A Yani.
Petugas gabungan pun harus beberapa kali melakukan sterilisasi untuk menjaga tempat kejadian perkara (TKP) tetap utuh.
“Kami berupaya menjaga TKP tetap steril. Kami juga mengapresiasi kecepatan warga dalam melapor, namun kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan kepada pihak berwenang,” tambahnya.
Sesuai prosedur, evakuasi tidak dilakukan secara langsung. Petugas menunggu proses olah TKP oleh Tim Inafis Polres Banjar guna memastikan tidak ada bukti yang terlewat.
Setelah identifikasi selesai, jenazah korban kemudian diangkat oleh petugas gabungan yang terdiri dari DPKP, kepolisian, dan relawan dengan prosedur standar.
Sekitar pukul 21.30 Wita, proses evakuasi dinyatakan selesai.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin menggunakan ambulans relawan untuk keperluan visum dan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi sambil menunggu hasil resmi dari aparat berwenang,” pungkas Kasyaf
Editor : Sutrisno