Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Belajar dari Kasus Makassar, Kapolres Balangan Razia Mendadak Senpi dan Urine Anggota

M Dirga • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:34 WIB

ATENSI KHUSUS: Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi saat memeriksa kondisi fisik senjata api laras panjang milik personel di Mapolres Balangan, Senin (9/3). (Humas Polres untuk Radar Banjarmasin)
ATENSI KHUSUS: Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi saat memeriksa kondisi fisik senjata api laras panjang milik personel di Mapolres Balangan, Senin (9/3). (Humas Polres untuk Radar Banjarmasin)

PARINGIN - Tragedi penembakan warga sipil oleh oknum anggota Polri di Makassar menjadi alarm keras bagi jajaran Polres Balangan.

Tak ingin kecerobohan serupa terjadi di Bumi Sanggam, Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi melakukan langkah preventif dengan menggeledah senjata dinas hingga memeriksa urine para pemegang senpi, Senin (9/3).

Pemeriksaan yang dilakukan di halaman Mapolres Balangan itu menyasar kelayakan fisik senjata, jumlah amunisi, hingga legalitas administrasi berupa Surat Izin Memegang Senjata Api (SIMSA).

Yulianor Abdi turun langsung memastikan tidak ada celah bagi personel untuk menyalahgunakan alat negara tersebut.

Satu per satu, 18 pucuk senjata laras panjang di Polsek jajaran dan enam pucuk di penjagaan diperiksa kebersihannya. Begitu pula dengan 29 pucuk senpi jenis HS yang dipegang perorangan. Hasilnya, seluruh inventaris tersebut dinyatakan berfungsi normal dan lengkap secara fisik.

Namun, fisik senjata bukan satu-satunya sasaran. Sebanyak 29 personel pemegang senpi langsung diarahkan untuk mengikuti tes urine di bawah pengawasan Kasi Propam.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada anggota yang menjalankan tugas di bawah pengaruh narkotika, yang berpotensi memicu tindakan di luar kendali saat memegang senjata.

"Hari ini kami melakukan pemeriksaan menyeluruh. Ini menyusul kejadian adanya anggota Polri yang melakukan penembakan terhadap anak kecil di Makassar hingga menimbulkan korban jiwa. Ini atensi besar bagi kami," tegas AKBP Yulianor Abdi.

Dari hasil tes urine mendadak tersebut, 29 personel dinyatakan negatif dari pengaruh narkoba. Meski demikian, Yulianor tidak memberikan ruang bagi anggotanya untuk bersantai. Ia memberikan peringatan keras agar prosedur penggunaan senjata api dipatuhi tanpa tawar-menawar.

Ia menegaskan, senjata api adalah alat pertahanan yang penggunaannya dibatasi aturan ketat, bukan mainan yang bisa dicabut sembarangan tanpa urgensi yang jelas. Personel diminta lebih mawas diri agar tidak ada peluru yang meletus dan justru melukai masyarakat.

"Saya tegaskan, jangan main-main dalam penggunaan senjata api. Lakukan prosedur yang benar, jangan asal tembak sembarangan yang bisa menimbulkan korban jiwa," tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Polres Balangan tidak hanya akan mengandalkan razia rutin. Ke depan, para pemegang senjata api ini akan diwajibkan mengikuti latihan menembak secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus melatih kontrol emosi personel saat berada di lapangan.

"Ke depan mereka akan diikutkan latihan rutin. Kemampuan personel harus terus diasah agar penggunaan senpi benar-benar terkontrol dan sesuai aturan," ucapnya.

 

Editor : Arif Subekti
#makasar #Balangan #paringin #Tes Urine #senpi