KANDANGAN - Sepanjang bulan Februari 2026, tercatat telah terjadi enam musibah kebakaran di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), di mana dua kejadian di antaranya berlangsung saat memasuki bulan Ramadan.
Berdasarkan data yang dihimpun, total objek yang terdampak mencapai sembilan bangunan.
Kepala Satpol PP dan Damkar HSS, Iwan Friady, melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Nur Abdi Kesuma Jaya, merincikan bahwa objek tersebut meliputi enam buah rumah, dua bangunan sarana perekonomian, dan satu gudang.
"Bulan Februari total ada 6 kejadian kebakaran dengan 9 objek yang terbakar yaitu 6 buah rumah, 2 bangunan sarana perekonomian, dan 1 gudang. Untuk kategori kerusakan ada yang rusak total, rusak berat, dan rusak ringan," jelas Abdi.
Mengenai pemicu utama dari rentetan musibah tersebut, pihak Damkar menyebutkan bahwa gangguan pada instalasi listrik menjadi faktor yang paling sering ditemukan di lapangan.
"Dari beberapa kejadian kebakaran yang terjadi, diketahui disebabkan oleh korsleting listrik," tambah Abdi.
Secara spesifik, ia menyoroti penggunaan peralatan listrik yang tidak memadai sebagai pemicu risiko yang lebih besar.
"Kalau yang kita gunakan adalah colokan yang standar, masih aman. Tapi kalau yang digunakan adalah colokan yang tidak standar, ini yang beresiko terjadinya korsleting listrik ketika colokan dipenuhi kabel-kabel yang terpasang," jelas Abdi.
Menyikapi situasi ini, terutama dengan adanya kejadian kebakaran yang bertepatan dengan momen ibadah di bulan suci, Abdi memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar lebih waspada sebelum meninggalkan hunian mereka.
"Kami selalu menghimbau kepada masyarakat, pada bulan Ramadan khususnya, ketika meninggalkan rumah untuk kegiatan ibadah tarawih dan lain-lain, silahkan cek dulu kondisi keadaan kompor di dapur, juga cabut colokan-colokan listrik," tegas Abdi.
Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief