BANJARBARU – Rencana kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kalsel menjelang Idul Fitri masih diliputi ketidakpastian. Eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2), membuat sejumlah jalur penerbangan internasional ditutup.
Penutupan wilayah udara di Iran, Israel, Irak, dan Yordania memaksa maskapai internasional mengalihkan atau membatalkan penerbangan. Data Flightradar24 menunjukkan langit di atas Iran nyaris kosong pasca serangan. Sejumlah penerbangan Qatar Airways bahkan sempat berputar-putar di atas Kuwait dan Arab Saudi sebelum kembali ke Doha.
Maskapai besar seperti Lufthansa, Air France, Iberia, hingga Wizz Air menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv, Beirut, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga 7 Maret. Otoritas penerbangan Kuwait, Oman, dan Uni Emirat Arab juga mengambil langkah serupa demi keamanan.
Situasi ini menimbulkan keresahan bagi keluarga PMI di Kalsel. Siti Halimah, warga Kabupaten Banjar, mengaku khawatir ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Mekkah gagal pulang kampung.
Ia pun hanya bisa pasrah jika Idul Fitri tahun ini kembali dilalui tanpa kehadiran sang ibu. “Beliau was-was karena takut tidak bisa pulang ke Pengaron akibat jalur penerbangan ditutup,” ujar Siti.
Sisi lain, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalsel, Ady Eldiwan menegaskan hingga kini belum ada laporan PMI asal Kalsel yang terdampak langsung secara keamanan.
Namun, pihaknya meminta seluruh PMI meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan resmi dari perwakilan RI. “PMI diminta terus memantau informasi dari otoritas setempat serta segera melapor ke KBRI atau KJRI jika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
BP3MI Kalsel juga menerima laporan dari warga asal Kalsel yang bekerja di Abu Dhabi. Kondisi mereka bersama WNI lainnya dilaporkan aman dan sehat, serta mematuhi imbauan perwakilan RI setempat.
Ia menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan perlindungan PMI asal Kalimantan Selatan. “Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan kementerian serta perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan PMI asal Kalimantan Selatan tetap terlindungi dan aman,” pungkasnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief