Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mapolda Kalsel Didemo, Mahasiswa Tuntut Reformasi Polri Secara Menyeluruh

Sheilla Farazela • Selasa, 3 Maret 2026 | 09:11 WIB

DUDUK LESEHAN: Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kalimantan Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Kalsel, Senin (2/3).
DUDUK LESEHAN: Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kalimantan Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Kalsel, Senin (2/3).

BANJARBARU – Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalsel, Senin (2/3).

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan oknum anggota Polri di berbagai daerah. Membawa poster berisi foto-foto korban kekerasan yang menyeret aparat kepolisian, massa berasal dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam Kalimantan (Uniska), Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, serta sejumlah kampus lainnya.

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut reformasi Polri secara menyeluruh dan penindakan tegas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oknum aparat. Salah satu kasus yang disoroti ialah kematian mahasiswi ULM, Zahra Dilla, yang pelakunya merupakan anggota polisi dan telah dijatuhi sanksi pemecatan.

Selain itu, massa juga mengangkat kasus meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan saat kerusuhan di Jakarta, serta kematian pelajar 14 tahun asal Tual, Maluku, Arianto Tawakal, yang kasus turut menyeret aparat.

Aksi berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian. Polisi menurunkan satu unit mobil watercanon yang disiagakan di halaman Mapolda Kalsel.

Aksi sempat memanas saat mahasiswa meminta Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan Kapolresta Banjarbaru AKBP, Pius X Febry Acelg Loda untuk menemui massa secara langsung. Namun, situasi kembali kondusif setelah Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Golkar Pangarso Raharjo turun menemui demonstran.

Di hadapan mahasiswa, Brigjen Pangarso menyampaikan permohonan maaf karena Kapolda Kalsel tidak dapat hadir lantaran sedang mengikuti rapat koordinasi di Jakarta. Ia juga menegaskan komitmen institusinya dalam menindak tegas setiap bentuk pelanggaran oleh anggotanya.

Menurutnya, upaya reformasi Polri yang tengah berjalan membutuhkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. “Komitmen kami, komitmen Pak Kapolda, tidak ada toleransi terhadap semua pelanggaran,” tegasnya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#universitas lambung mangkurat #UIN Antasari #kalimantan selatan #Demo Mahasiswa #Uniska #polda kalsel #Kota Banjarbaru