RANTAU – Cuaca ekstrem disertai angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Minggu (1/3/2026) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, serta sejumlah fasilitas umum terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, Muhammad Nor, melalui laporan sementara Pusdalops-PB tahun 2026 menyampaikan, kejadian terjadi di Desa Pualam Sari dan Desa Mekar Sari, Kelurahan Binuang, Kecamatan Binuang.
“Laporan masuk pada Senin (2/3/2026) pukul 00.17 Wita, kemudian langsung dilakukan groundcheck oleh tim,” jelasnya.
Di Desa Pualam Sari, kerusakan atap rumah tercatat terjadi di beberapa blok, yakni Blok P, E, D, I, dan Q. Total belasan rumah terdampak di wilayah ini. Selain itu, tiga rumah lainnya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang.
Tak hanya rumah warga, angin kencang juga merusak atap parkiran masjid, klinik bidan desa, serta pos kamling setempat.
Sementara di Desa Mekar Sari, dampak lebih luas terjadi di RT 001 hingga RT 004. Lebih dari 20 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan atap, dengan satu rumah di RT 004 terdampak pohon tumbang.
Secara umum, bangunan yang terdampak merupakan rumah semi permanen. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Muhammad Nor menambahkan, berdasarkan informasi masyarakat, hujan dengan intensitas cukup tinggi disertai angin kencang sebenarnya sudah terjadi sejak pukul 16.37 Wita. Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu rusaknya sebagian atap rumah warga serta tumbangnya sejumlah pohon.
“Untuk sementara rumah warga belum diperbaiki karena masih memerlukan penanganan lanjutan. Pohon yang menimpa sebagian rumah sudah berhasil dibersihkan,” terangnya.
Tim TRC, Satgas dan Pusdalops-PB BPBD bersama Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, pemerintah setempat serta masyarakat langsung bergerak melakukan pendataan dan pembersihan di lokasi kejadian.
Adapun total kerugian akibat bencana ini masih dalam proses pendataan dan koordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait lainnya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama memasuki peralihan musim yang kerap ditandai hujan deras dan angin kencang.
Editor : M Oscar Fraby