BANJARMASIN - Dua aksi teror pelemparan bom molotov ke rumah menghebohkan warga Banjarmasin. Peristiwa itu terjadi di Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Tengah dalam waktu berdekatan. Ini membuat warga resah, terutama di bulan Ramadan.
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Cemara Raya Ujung, Kompleks Herlina Kelapa Indah 2, Minggu (22/2) petang, saat penghuni rumah bersiap berbuka puasa. Orang tak dikenal melemparkan bom molotov ke arah rumah milik Hj Rusmilawati alias Hj Lena.
Botol berisi bahan bakar minyak menghantam atap teras, dan memicu api kecil. Beruntung, atap seng membuat api tidak cepat menjalar dan segera dipadamkan. “Salah satu cucu saya mendengar, kebetulan kamarnya di depan. Lalu dia memberi tahu kami yang sedang menyiapkan buka puasa,” ujarnya, Senin (23/2).
Warga yang melintas kemudian memberi tahu adanya api di atap teras. Bahkan, kain sumbu sempat jatuh ke halaman dalam kondisi masih menyala. “Kami awalnya mengira korsleting listrik. Setelah dicek, ternyata ada botol bekas minuman suplemen berisi bahan bakar. Anak saya langsung naik ke lantai dua dan menyiram api,” bebernya.
Hj Lena menduga teror berkaitan dengan seorang pria yang pernah menyatakan perasaan kepada putrinya, namun ditolak. “Ancaman sudah sering. Bahkan dia pernah mengancam akan membakar rumah dan menghabisi keluarga kami. Beberapa hari lalu, juga mengancam akan ada keluarga kami yang mati,” ungkapnya.
Menurutnya, teror sudah berlangsung sejak Oktober tahun lalu. Cucu mereka bahkan pernah diikuti hingga ke sekolah. “Kami pernah mendatangi rumahnya dan memintanya berhenti mengganggu. Tapi sampai sekarang masih terjadi,” katanya.
Warga juga sempat melihat dua pria mencurigakan mondar-mandir di kompleks menggunakan motor. Rekaman CCTV memperkuat dugaan tersebut. “Kejadian ini sudah kami laporkan ke polisi. Kami berharap pelakunya segera terungkap,” harapnya.
Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi memastikan pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan. “Masih kami selidiki dan dalami. Barang bukti sudah kami amankan berupa botol dan plastik kresek. Motifnya masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. “Jangan panik, tetapi tetap waspada. Jika melihat orang mencurigakan, segera laporkan ke polisi,” pesannya.
Teror Kedua di Pasar Lama
Peristiwa serupa terjadi di Jalan Pasar Lama, Gang Darul Fitrah, Banjarmasin Tengah, Senin (23/2) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Rumah milik H Nanang Suriani dan Nurliana (55) menjadi sasaran.
Dinding samping rumah dan pipa air sempat terbakar, namun api berhasil dipadamkan warga. Aksi pelaku terekam kamera CCTV setelah menyiramkan bahan bakar dan melarikan diri ke gang sempit.
Atus (55), tetangga korban, mengatakan ia mengetahui kejadian setelah mendengar suara letupan. “Saya keluar dan melihat dinding rumah H Nanang sudah terbakar. Ada bekas gosong di dinding dan pipa air. Di depan rumah juga ada bekas botol dan bau minyak,” ujarnya.
Warga segera membantu memadamkan api. “Saya kaget mendengar bunyi seperti botol pecah. Kemungkinan pelaku panik, dan langsung melarikan diri,” katanya.
Hj Nurliana menyebut terduga pelaku adalah mantan menantunya. “Sejak cerai, dia sering meneror. Anak saya sekarang tinggal di sini bersama anaknya,” bebernya.
Tim Inafis Satreskrim Polresta Banjarmasin telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti. Polisi masih menyelidiki kedua kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan motifnya.
Teror Bom Molotov di Banjarmasin
Jumlah Kejadian
- 2 kasus teror pembakaran rumah.
- Terjadi dalam waktu berdekatan.
- Berlangsung saat Ramadan.
Lokasi Kejadian
Banjarmasin Utara
- Jalan Cemara Raya Ujung Kompleks Herlina Kelapa Indah 2.
Banjarmasin Tengah
- Jalan Pasar Lama Gang Darul Fitrah.
Waktu Kejadian
Kasus 1: Minggu (22/2), sore hari (menjelang buka puasa).
Kasus 2: Senin (23/2), pukul 03.00 Wita (menjelang sahur).
Korban
Kasus 1: Hj Rusmilawati (Hj Lena).
Kasus 2: H Nanang Suriani & Nurliana (55).
Modus Pelaku
- Melempar botol berisi BBM (bom molotov).
- Menggunakan kain sumbu api.
- Menyasar atap, dinding, dan pipa rumah.
- Melarikan diri menggunakan motor/gang sempit.
Dampak Kejadian
- Api sempat menyala.
- Kerusakan ringan.
- Tidak ada korban jiwa.
- Warga panik dan resah.
Bukti Pendukung
- Rekaman CCTV warga.
- Botol bekas minuman.
- Plastik kresek.
- Sisa bahan bakar.
Tindakan Polisi
- Penyelidikan langsung dilakukan.
- Olah TKP oleh Inafis.
- Barang bukti diamankan.
- Koordinasi dengan Polresta Banjarmasin.
Komisi I: Jangan Biarkan Warga Resah
Aksi teror pelemparan botol bersumbu api di kawasan Cemara dan Pasar Lama pada Minggu (22/2) malam, membuat warga Banjarmasin sempat panik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian itu memicu kekhawatiran, terlebih terjadi di bulan Ramadan.
Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah mendesak aparat keamanan segera mengungkap pelaku dan motif aksi tersebut. “Jangan biarkan warga resah. Kami minta aparat segera menyelidiki secara tuntas. Apalagi sudah ada bukti CCTV. Itu harus dimaksimalkan untuk mengungkap siapa pelakunya dan apa motifnya,” tegas Aliansyah, Senin (23/2).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menilai Ramadan seharusnya menjadi momentum masyarakat beribadah dengan tenang. Bukan dibayangi rasa takut. “Jangan sampai kejadian seperti ini berulang dan menimbulkan trauma,” ujarnya.
Selain mendorong langkah tegas kepolisian, Komisi I juga meminta Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat upaya pencegahan. Aliansyah mengusulkan agar lurah, RW, dan RT kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan. “Pemko perlu mengimbau secara resmi agar warga meningkatkan kewaspadaan. Ronda malam harus lebih intensif. Koordinasi antarwarga juga harus diperkuat,” sarannya.
Ia juga menyoroti peran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin dalam menjaga ketertiban. Menurutnya, patroli malam perlu ditingkatkan untuk mencegah potensi gangguan keamanan. “Satpol PP harus aktif keliling kota, memantau kondisi, dan berkoordinasi dengan aparat keamanan. Kehadiran petugas di lapangan itu penting untuk memberi rasa aman,” pesannya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief