Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Teror Molotov di Banjarmasin, DPRD: Jangan Biarkan Warga Resah

Endang Syarifuddin • Senin, 23 Februari 2026 | 13:00 WIB

PENGECEKAN: Sejumlah petugas Polsek Banjarmasin Utara melakukan pengecekan dan olah TKP di lokasi teror pelemparan botol bersumbu api di kawasan Cemara, Senin (23/2/2026) pagi.
PENGECEKAN: Sejumlah petugas Polsek Banjarmasin Utara melakukan pengecekan dan olah TKP di lokasi teror pelemparan botol bersumbu api di kawasan Cemara, Senin (23/2/2026) pagi.
BANJARMASIN – Aksi teror pelemparan botol bersumbu api yang terjadi di kawasan Cemara dan Pasar Lama, Banjarmasin, Minggu (22/2/2026) malam, sempat membuat warga sekitar panik. 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran. Apalagi berlangsung di bulan Ramadan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah, meminta aparat keamanan segera bergerak cepat mengungkap pelaku dan motif di balik aksi tersebut. 

Ia menegaskan, rasa aman masyarakat tidak boleh terganggu oleh tindakan yang belum jelas tujuannya.

“Jangan biarkan warga resah. Kami minta aparat segera menyelidiki secara tuntas. Apalagi sudah ada bukti CCTV. Itu harus dimaksimalkan untuk mengungkap siapa pelakunya dan apa motifnya,” tegas Aliansyah, Senin (23/2).

Menurut politisi PKS ini, momen Ramadan seharusnya menjadi waktu masyarakat menjalankan ibadah dengan khusyuk, bukan justru dihantui rasa takut. Karena itu, pengungkapan kasus ini dinilai penting agar tidak memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Di bulan puasa ini masyarakat Banjarmasin harus merasa aman dan tenang beribadah. Jangan sampai kejadian seperti ini berulang dan menimbulkan trauma,” ujarnya.

Selain mendorong langkah tegas aparat kepolisian, Komisi I juga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memperkuat langkah preventif. 

Aliansyah menyarankan agar lurah, RW hingga RT kembali mengaktifkan siskamling di lingkungan masing-masing.

“Pemko perlu mengimbau secara resmi agar warga meningkatkan kewaspadaan. Ronda malam harus lebih intensif. Koordinasi antarwarga juga harus diperkuat,” sarannya.

Ia juga meminta peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjaga ketertiban lingkungan. Menurutnya, patroli rutin, terutama pada malam hari, perlu ditingkatkan untuk memantau situasi dan mencegah potensi gangguan keamanan.

“Satpol PP harus aktif keliling kota, memantau kondisi, dan berkoordinasi dengan aparat keamanan. Kehadiran petugas di lapangan itu penting untuk memberi rasa aman,” tandasnya.

Editor : Sutrisno
#molotov #banjarmasin