BANJARMASIN - Dipicu masalah keluarga, seorang perempuan muda MS (22) nekat terjun dari atas jembatan layang (Flyover) Jalan A Yani KM 4, Banjarmasin Timur, Sabtu (21/2) malam.
Ia diketahui warga desa Semangat Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Untungnya, saat ditemukan tergeletak di jalan, korban masih dalam kondisi hidup meski mengalami luka serius. MS hanya mengalami patah tulang pada bagian tangan dan kaki
“Diduga dipicu permasalahan keluarga. Korban sebelumnya sempat menghubungi pihak keluarga dan menyampaikan niat untuk mengakhiri hidupnya,” papar Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa.
Pihaknya memastikan tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Korban pertama kali ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di badan jalan. Setelahnya, petugas emergency gabungan Kota Banjarmasin yang menerima laporan langsung mengevakuasi korban ke IGD RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan pertolongan medis.
Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, korban datang ke lokasi seorang diri menggunakan sepeda motor matik bernomor polisi DA 5925 MM. Setibanya di atas flyover Jalan A Yani KM 3 Banjarmasin, korban diduga lebih dulu memarkirkan kendaraannya sebelum akhirnya nekat melompat.
Dugaan kuat aksi tersebut dipicu persoalan keluarga. Hal itu diperkuat dengan pesan terakhir korban kepada kakaknya yang berisi ungkapan keputusasaan. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelumnya korban sempat dimarahi karena pulang larut malam.
Setelah kejadian itu, korban pergi meninggalkan rumah dan tidak kembali selama tiga hari. Pada hari ketiga sejak meninggalkan rumah, korban akhirnya ditemukan terjatuh dari flyover.
Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Morris Widhi Harto menyebutkan kondisi korban masih hidup dan telah menjalani penanganan medis. “Korban mengalami patah tulang pada bagian tangan dan kaki. Saat ini masih dalam perawatan intensif, dan informasi terakhir kami dapat mau dioperasi,” ujarnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief