Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warga Gang Sariawan Meradang, Puluhan Remaja Perang Sarung Usai Buka Puasa dan Tarawih

Maulana Radar Banjarmasin • Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:47 WIB

LOKASI: Situasi terlihat lengang setelah perang sarung remaja tersebut dibubarkan warga.
LOKASI: Situasi terlihat lengang setelah perang sarung remaja tersebut dibubarkan warga.

BANJARMASIN — Aksi perang sarung kembali terjadi di Jalan Belitung Gang Sariawan RT 7, Kecamatan Banjarmasin Barat, Banjarmasin, Kamis (30/2) malam. Puluhan remaja dilaporkan saling serang menggunakan sarung, hingga membuat warga sekitar resah.

Selain menimbulkan kegaduhan, warga khawatir aksi tersebut berpotensi memicu keributan yang lebih serius. Seorang warga setempat, Wulan (26), mengaku para remaja yang terlibat bukan berasal dari lingkungan Gang Sariawan. "Wajahnya tidak kenal sama sekali. Jumlahnya sekitar puluhan remaja. Pertama setelah buka puasa, lalu lanjut lagi malamnya setelah tarawih," ujarnya.

Menurut Wulan, warga menduga kelompok tersebut datang dari kawasan lain, karena gang tersebut memiliki banyak akses tembus. "Pastinya bukan remaja dari Gang Sariawan. Mereka datang dari arah gang belakang. Gang ini kan bisa tembus ke Jalan S Parman dan juga ke arah Simpang Kuin," katanya.

Ia menambahkan, aksi perang sarung bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Setiap Ramadan, kejadian serupa kerap terulang. "Saya tidak lihat apakah di dalam sarung ada batu atau benda berbahaya. Tapi dulu sebelum ada pos wakar di sini, sering juga terjadi tawuran pakai sajam, bahkan ada celurit," ungkapnya.

Ketua RT 7, Pipin menyebut sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar sekolah dasar dan menengah pertama. "Mereka masih anak-anak. Beda dengan kejadian dulu yang memang kelompok remaja bersajam. Ini hanya perang sarung, tapi tetap kami tegur agar tidak mengganggu ketenangan warga," katanya.

Pihak lingkungan pun terus mengimbau orang tua dan masyarakat untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak. Terutama pada malam hari selama Ramadan. Supaya kejadian serupa tidak kembali terulang.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#remaja #tawuran #banjarmasin #kelayan