PARINGIN - Upaya penguatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Balangan memasuki tahap konkret. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memastikan pembentukan kantor Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan di Balangan sebagai bagian dari pembentukan Daerah Operasi (Daops) di Kalimantan Selatan.
Kepastian tersebut tertuang dalam surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bernomor P.09/I.5/SET.3.1./02/2026 tertanggal 13 Februari 2026 yang ditujukan kepada Bupati Balangan. Surat tersebut ditandatangani Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan, Dasrul Chaniago.
Rencana pembentukan Daops di Balangan merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Pembentukan Daerah Operasi Provinsi Kalimantan Selatan pada 10 November 2025, serta kegiatan pengecekan lapangan yang telah dilakukan sebelumnya pada 4 Desember 2025.
Kementerian juga mengajukan permohonan audiensi dengan Bupati Balangan untuk membahas kesiapan daerah, termasuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan kantor brigade tersebut.
Pembentukan kantor Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan di Balangan dinilai penting mengingat Balangan memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Kehadiran Daops diharapkan memperkuat langkah pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi karhutla.
Bupati Balangan, Abdul Hadi, menyatakan pemerintah daerah menyambut baik kehadiran kantor Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan di Balangan. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen daerah dalam menjaga lingkungan hidup dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran lahan.
“Kami menyambut baik rencana pembentukan Daops dan kehadiran kantor brigade di Balangan. Pemerintah daerah siap mendukung karena pengendalian karhutla membutuhkan kesiapan yang terencana dan berkelanjutan,” ujar Abdul Hadi.
Ia menambahkan, keberadaan Daops di Balangan akan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait di lapangan.
“Dengan adanya Daops di Balangan, koordinasi lintas sektor diharapkan lebih efektif sehingga pencegahan dan penanganan karhutla bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan, H. Rahmi. Ia menegaskan BPBD Balangan mendukung penuh rencana survei lokasi kantor Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanggulangan karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan yang memiliki potensi kerawanan cukup tinggi saat musim kemarau,” kata H. Rahmi.
Menurutnya, keberadaan kantor Brigade Pengendalian Karhutla di Balangan nantinya akan mempercepat koordinasi lintas sektor, baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, maupun masyarakat.
“Dengan adanya Daops di daerah, penanganan karhutla tidak lagi sepenuhnya bergantung pada mobilisasi dari luar wilayah. Respons bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
H. Rahmi berharap dalam waktu dekat sudah ada penetapan dan pembangunan fasilitas yang memadai, termasuk sarana prasarana pendukung serta personel yang profesional dan terlatih.
“Kami berharap kehadiran Brigade Pengendalian Karhutla di Balangan bukan sekadar simbolis, tetapi benar-benar menjadi pusat komando operasional yang efektif, mulai dari pencegahan, patroli, deteksi dini, hingga penanganan kebakaran lahan secara terpadu,” katanya.
Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Balangan siap bersinergi dan mendukung kebutuhan teknis maupun koordinasi yang diperlukan dalam proses pembentukan Daops tersebut. Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran meluas.
Dengan rencana pembentukan Daops ini, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat semakin optimal sekaligus meminimalisir dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas perekonomian.
“Ini adalah komitmen bersama untuk menjaga Balangan tetap aman, hijau, dan tangguh terhadap ancaman karhutla,” tutup H. Rahmi.
Editor : Arif Subekti