MARTAPURA - Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, Alfiannor alias Alfi (28), warga Desa Simpang Tiga, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, yang dilaporkan tenggelam di sungai setempat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (14/2/2026) malam.
Korban ditemukan sekitar pukul 22.19 WITA di aliran sungai wilayah Desa Simpang Tiga (Simpang 3), Kecamatan Mataraman, atau sekitar dua kilometer dari titik awal korban diduga tenggelam.
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (12/2/2026) sore. Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, korban sebelumnya pergi memancing bersama seorang rekannya di sungai belakang gudang karet, sekitar 350 meter dari permukiman warga.
Sepeda motor korban diparkir di tepi sungai. Selanjutnya, korban bersama rekannya bergeser ke arah hulu sekitar 150 meter menuju sebuah lanting untuk menyeberang sungai.
Saat berada di seberang sungai, tas milik korban diketahui hanyut terbawa arus. Korban kemudian berusaha mengikuti tas tersebut ke arah hulu, sementara rekannya menunggu di lanting.
“Korban hendak menyeberang menggunakan lanting. Tasnya jatuh ke air, lalu ia bercebur untuk mengambilnya, tapi tidak muncul lagi ke permukaan,” ujar Syarif, salah satu warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Hingga menjelang waktu magrib, korban tak kunjung kembali. Rekan korban kemudian pulang ke kampung untuk meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian tersebut.
“Warga melapor ke polisi dan petugas damkar,” ujarnya.
Laporan resmi diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar pada Kamis malam pukul 20.56 WITA.
Petugas sektor Mataraman langsung melakukan pengecekan awal ke lokasi kejadian.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, M Kasyaf R, mengatakan tim Water Rescue kemudian diberangkatkan untuk melakukan pencarian intensif.
“Setelah pengecekan awal oleh anggota sektor terdekat, Tim Water Rescue DPKP kami berangkatkan untuk melakukan pencarian secara intensif bersama unsur gabungan dan relawan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).
Operasi SAR melibatkan Tim Water Rescue DPKP Kabupaten Banjar, anggota pos sektor Mataraman, Polsek Mataraman, aparat desa, relawan, serta masyarakat sekitar.
Proses pencarian, kqta Kasyaf, dilakukan dengan menyisir aliran sungai, serta melakukan penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai.
“Setelah dilakukan penyisiran dan penyelaman di beberapa titik, korban berhasil ditemukan pada Sabtu malam dalam radius kurang lebih dua kilometer dari titik awal tenggelam,” lanjut Kasyaf.
Usai ditemukan, korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan.
Atas kejadian tersebut, DPKP Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai.
“Kami berharap agar masyarakat selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim arus deras dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Pastikan keselamatan menjadi prioritas dan hindari menyeberang tanpa alat keselamatan,” pungkasnya.
Editor : Arif Subekti