Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pamit Pergi Memancing, Nelayan Hilang Ditemukan di Sampanahan

Jumain Radar Banjarmasin • Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:52 WIB
EVAKUASI: Tim gabungan menemukan Asralim Juni, pemancing yang hilang di perairan Sampanahan, Kotabaru.
EVAKUASI: Tim gabungan menemukan Asralim Juni, pemancing yang hilang di perairan Sampanahan, Kotabaru.

KOTABARU- Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, berakhir duka.

Tim SAR gabungan menemukan korban, Asralim Juni (68), dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi, (12/2).

Peristiwa ini bermula ketika Asralim, warga Desa Gunung Batu Besar, pamit melaut untuk memancing pada Selasa malam, 10 Februari 2026, sekira pukul 19.00 Wita.

Namun, hingga keesokan harinya, korban tak kunjung kembali ke dermaga. Pihak keluarga yang melakukan pencarian mandiri hanya menemukan perahu korban dalam keadaan kosong.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana mengonfirmasi bahwa laporan hilangnya korban diterima pada Rabu, (11/2).

Menanggapi hal tersebut, satu tim rescue dari Pos SAR Kotabaru segera dikerahkan menuju lokasi kejadian.

"Tim menempuh jalur darat sejauh 119 kilometer selama kurang lebih 2,5 jam untuk mencapai titik kumpul sebelum memulai penyisiran air," ujar Putu Sudayana dalam keterangan resminya.

Kronologi Pencarian Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain, Basarnas, BPBD Kotabaru, Polsek Sampanahan, Damkar, serta masyarakat dan nelayan setempat.

Pada Rabu sore, tim mulai melakukan penyisiran menggunakan rubber boat dengan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Kamis pagi, dengan memperluas radius penyisiran dari titik penemuan perahu korban, pukul 07.43 Wita, tim gabungan akhirnya menemukan jenazah berjarak sekira 500 meter dari titik awal korban diduga terjatuh ke laut.

Evakuasi dan Penutupan Operasi Petugas segera melakukan evakuasi terhadap jenazah Asralim dan membawanya menuju rumah duka di Desa Gunung Batu Besar menggunakan ambulans.

Penyerahan jenazah kepada pihak keluarga disambut isak tangis mendalam, mengingat pertemuan terakhir terjadi saat korban berpamitan untuk melaut dua hari sebelumnya.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi kami usulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing setelah dilakukan proses evaluasi," tutup Putu Sudayana.

Editor : Arief
#Kotabaru #Nelayan #Tenggelam