Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Geger! Percikan Api dari kWh Meter Listrik Gegerkan Gerai Indomaret di Banjarmasin Barat

Zulvan Rahmatan • Senin, 9 Februari 2026 | 14:32 WIB
PERCIKAN API: Sebuah kWh meter di Indomaret Jalan Teluk Tiram Darat, Banjarmasin Barat sempat terbakar dan mengeluarkan suara ledakan.
PERCIKAN API: Sebuah kWh meter di Indomaret Jalan Teluk Tiram Darat, Banjarmasin Barat sempat terbakar dan mengeluarkan suara ledakan.

BANJARMASIN – Sebuah kWh meter milik gerai Indomaret di Jalan Teluk Tiram Darat, Banjarmasin Barat, mengeluarkan percikan api dan memicu kepanikan warga sekitar, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 11.40 WITA.

Insiden ini sontak mengganggu aktivitas warga dan pegawai gerai. Beberapa warga bersama personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Namun, percikan api tak kunjung padam. Bahkan, sempat terdengar suara ledakan ringan yang membuat situasi semakin mencekam. Pegawai Indomaret terlihat sigap memindahkan tabung gas LPG yang posisinya berdekatan dengan kWh meter demi mencegah risiko kebakaran yang lebih besar.

Tak berselang lama, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Banjarmasin tiba di lokasi dan berhasil mengendalikan situasi. Petugas juga memastikan kondisi gerai aman serta memberikan edukasi kepada pegawai agar tetap tenang jika insiden serupa terjadi.

Komandan Regu Pemadaman Disdamkarmat Banjarmasin, Acid, menyebutkan bahwa percikan api tersebut diduga kuat disebabkan oleh arus pendek listrik atau korsleting.

“Situasi sudah terkendali. Dugaan sementara akibat arus pendek listrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan serius berkat penanganan cepat di lapangan.

Namun demikian, Acid menyoroti minimnya kelengkapan alat pemadam di dalam gerai. Menurutnya, Indomaret tersebut hanya memiliki satu unit APAR, jumlah yang dinilai belum ideal.

“Minimal harus dua, lebih bagus lagi kalau lebih dari itu. Penempatannya juga harus mudah dijangkau,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pihak pengelola gerai agar lebih memperhatikan penggunaan listrik dan menyesuaikannya dengan kapasitas daya yang tersedia.

“Penting menyeimbangkan kapasitas listrik agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Acid.

Editor : Eddy Hardiyanto
#percikan api #Indomaret #KwH meter #Banjarmasin Barat