BATULICIN — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanah Bumbu mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2025 mengalami peningkatan. Jumlah kasus tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Konselor Psikologi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Soraya, mengatakan korban dari kalangan anak-anak masih mendominasi kasus yang ditangani.
“Dalam satu laporan kasus, sering kali ditemukan lebih dari satu jenis kekerasan atau kategori korban,” ujarnya.
Berdasarkan data DP3AP2KB Tanah Bumbu, dari total kasus pada 2025 terdapat 35 kasus dengan korban anak, 16 kasus perempuan dewasa, serta 12 kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Dilihat dari jenis kekerasan, kekerasan seksual menjadi yang terbanyak dengan 28 kasus, disusul kekerasan fisik 13 kasus, kekerasan terkait ABH 6 kasus, penelantaran 4 kasus, dan kekerasan psikis 2 kasus.
Sebagai perbandingan, pada 2024 tercatat 25 kasus korban anak, 9 kasus perempuan dewasa, dan 6 kasus ABH, dengan total 40 kasus.
Menanggapi peningkatan tersebut, kata dia, UPTD PPA DP3AP2KB Tanah Bumbu memperkuat sejumlah langkah penanganan dan pencegahan, di antaranya pendampingan intensif bagi korban, pengawalan psikologis dan hukum, serta fasilitasi pemeriksaan visum et repertum untuk kebutuhan pembuktian hukum.
Editor : Arif Subekti