PANYIPATAN - Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terus digeber Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). Salah satunya melalui kegiatan Safety Riding Touring yang digelar sebagai kampanye keselamatan berkendara sekaligus sosialisasi keberadaan Safety Driving Center (SDC) milik Dirlantas Polda Kalsel.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad Fahri Siregar pada Senin (2/2/2026) dengan menyasar sejumlah ruas jalan hingga kawasan wisata, termasuk Pantai Batakan Baru dan beberapa destinasi lainnya di Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Menurut Fahri, safety riding touring bukan sekadar kampanye, tetapi juga bagian dari survei kondisi jalan dan kesiapan objek wisata, terutama menjelang Operasi Keselamatan dan arus mudik Idul Fitri.
“Operasi keselamatan ini merupakan operasi cipta kondisi untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang Idul Fitri. Karena itu kami melakukan kegiatan yang bersifat preventif dan preemtif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, survei dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, infrastruktur jalan, personel kepolisian, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), serta seluruh stakeholder terkait agar arus mudik dan arus balik Lebaran berjalan aman dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Fahri juga menyoroti Kabupaten Tala yang masih menjadi salah satu wilayah dengan angka laka lantas dan korban meninggal dunia cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami menyadari Tala ini termasuk daerah perhatian karena angka kecelakaan dan fatalitasnya masih tinggi, baik tahun 2024, 2025, maupun tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Untuk menekan angka tersebut, Dirlantas Polda Kalsel telah menetapkan lima strategi utama pencegahan dan penanganan laka lantas, yakni education, mendidik masyarakat agar sadar berlalu lintas, encouragement, memotivasi masyarakat untuk tertib berkendara, engineering, rekayasa lalu lintas dan perbaikan infrastruktur, enforcement of law, penegakan hukum dan emergency response, penanganan kegawatdaruratan kecelakaan.
Kelima strategi tersebut, lanjut Fahri, tidak hanya menjadi tugas polisi lalu lintas, tetapi melibatkan Forum LLAJ, stakeholder lintas sektor, hingga elemen masyarakat.
Meski diakui hasilnya belum maksimal di semua daerah, upaya tersebut mulai menunjukkan dampak positif secara regional. Data mencatat, jumlah kecelakaan lalu lintas di Kalsel pada tahun 2025 turun 8 persen dibandingkan 2024, sementara korban meninggal dunia menurun signifikan hingga 32 persen.
“Artinya ada sekitar 123 jiwa yang terselamatkan dan tidak menjadi korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Tak hanya itu, Road Safety Index Kalsel juga mengalami peningkatan dari 2,4 menjadi 2,91, yang menunjukkan perbaikan tingkat keselamatan lalu lintas secara umum.
Meski demikian, Fahri menegaskan masih ada pekerjaan rumah besar di beberapa wilayah, termasuk Tanah Laut, Kotabaru, dan Banjar.
“Ini menjadi PR bersama. Kita harus terus menurunkan angka kecelakaan dengan langkah-langkah yang konsisten dan kolaboratif,” tegasnya.
Editor : Arief