PARINGIN - Banjir yang melanda Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu berdampak pada kerusakan infrastruktur, salah satunya jembatan akses utama menuju wisata Gunung Hauk di Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi.
Kerusakan jembatan tersebut membuat akses masyarakat setempat terputus sekaligus menghentikan sementara aktivitas wisata di kawasan Gunung Hauk. Jembatan itu merupakan jalur utama yang selama ini digunakan warga maupun pengunjung untuk menuju lokasi wisata.
Warga Desa Ajung, Inai, mengatakan kondisi jembatan saat ini tidak dapat dilalui akibat rusak parah diterjang banjir. “Jembatan di Batu Ajung yang menjadi akses wisata rusak parah dan tidak bisa dilewati,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendukung wisata Gunung Hauk. Bahkan, beberapa bangunan yang baru selesai dibangun dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.
“Ada bangunan yang baru selesai sekitar satu bulan lalu hanyut. Basecamp tempat registrasi juga rusak, bangunan di area wisata terdampak, dan beberapa pondok milik masyarakat ikut terkena dampak,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPerkim Kabupaten Balangan, Rina Ariani, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengupayakan penanganan awal terhadap infrastruktur yang rusak. “Saat ini kami sedang mengupayakan penanganan melalui Dana Belanja Tidak Terduga (BTT),” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan menurunkan konsultan teknis untuk melakukan survei lapangan guna menilai tingkat kerusakan jembatan dan menentukan kebutuhan penanganan yang diperlukan.
Pemerintah daerah berharap perbaikan jembatan di Desa Ajung dapat segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat kembali normal serta akses menuju kawasan wisata Gunung Hauk dapat dibuka kembali.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief