BANJARMASIN - Setelah melalui serangkaian penyelidikan, identitas pria yang ditemukan tewas mengapung di Sungai Jafri Zam-zam, Banjarmasin Barat, akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Joko Wahyudi (31), warga Desa Belasari, Dusun Gendogo RT 02, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Korban berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK).
Selama berada di Banjarmasin, korban diketahui tinggal dengan cara menyewa rumah di kawasan Pelambuan, Banjarmasin Barat.
Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, membenarkan identitas korban tersebut. Identitas korban berhasil diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan sidik jari serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.
"Identitas korban sudah diketahui. Korban merupakan ABK asal Jawa Timur dan selama ini tinggal di wilayah Pelambuan,"ujarnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Selama dua hari korban dicari keluarga, tapi tidak ditemukan keberadaanya. Informasi yang kami terima, korban juga tidak bisa berenang," tambahnya.
Pada pemberitaan sebelumnya, Joko ditemukan di Sungai Jalan Jafri Zam-zam, Banjarmasin Barat, Selasa (27/1), sekira pukul 12.15 Wita.
Polisi tak menemukan identitas sama sekali, hanya mendapatkan ciri-ciri tinggi sekira 165 cm, berperawakan gendut, rambut ikal panjang, mempunyai tato dibagian punggung belakang, dan mempunyai tato di bagian paha sebelah kiri
Saksi pertama kali melihat M Daud Bimantara (34), warga Jalan Padat Karya Blok Batu Zamrud Blok D Banjarmasin Utara. Pria ini mengira bulan manusia.
Setelah didekati barulah terlihat jelas bentuk tubuh manusia dengan tangan dan kaki yang tersangkut di tengah arus sungai.
"Iya, awalnya dikira lumut. Tapi pas dilihat lebih dekat, kelihatan badannya," tutupnya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief