BANJARMASIN – Sebuah lubang menganga di Jalan Kuin Selatan, Kelurahan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat, memicu keresahan warga. Lubang tersebut merupakan saluran drainase yang tutupnya hilang. Diduga digondol maling, dan kini mengancam keselamatan pengguna jalan.
Keluhan pertama kali mencuat melalui media sosial Instagram @info_banjarmasin. Dalam video yang diunggah Senin (26/1/2026) malam, seorang pria memperingatkan bahaya lubang tersebut. Terutama saat malam hari karena minimnya penerangan jalan. “Malam ini, sudah tiga korban ketabrak lubang,” ujarnya dalam video tersebut.
Pekerja bengkel di seberang lokasi, Fahmi membenarkan kondisi itu. Ia mengaku sudah menyaksikan langsung pengendara hampir celaka akibat lubang drainase tersebut. Meski warga telah memasang penanda darurat berupa kayu dan karung, Fahmi menilai upaya itu belum cukup menjamin keselamatan. “Dia kaget, sontak belok ke kanan menghindari lubang. Kalau tidak, pasti ban depan sudah terperosok,” ungkap Fahmi, Selasa (27/1).
Ketua RT 17, Asrani mengatakan tutup drainase yang hilang bukan hanya satu. Beberapa titik lainnya bahkan telah ditutup sementara menggunakan semen dan kayu ulin atas inisiatif warga.
Menurut Asrani, sebelum raib, tutup drainase berbahan besi tersebut sempat patah menjadi dua bagian. Kondisi itu diduga memudahkan pencurian. “Terakhir kondisi patahnya itu sudah sekitar sebulan, sebelum akhirnya hilang,” ucapnya.
Ia menilai tutup drainase berbahan besi terlalu rawan dicuri. Ia meminta pemerintah menggunakan material yang lebih aman dan tahan lama. “Kalau bisa pakai semen. Tidak bisa dicongkel dan tidak bisa dijual. Besi ini mudah dicuri, dan dikilokan,” keluh Asrani.
Ia juga menyebut Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda sebelumnya pernah meninjau langsung lokasi tutup drainase yang rawan hilang di wilayahnya. Usulan penggantian dengan bahan semen telah disampaikan. Namun, hingga kini masih ada titik yang belum ditangani. “Sudah dari dulu saya usulkan sama pemerintah, kalau bisa pakai semen. Ini pun kadang saya bantu perbaiki pakai semen di mana tutup yang mulai longgar dari posisinya,” bebernya.
Kepala Bidang Drainase Dinas PUPR Banjarmasin, Harwita Oktania mengakui kawasan Kuin Selatan memang rawan pencurian tutup drainase. Pihaknya bahkan telah beberapa kali melakukan penggantian, namun kembali hilang. “Meski diganti, tapi tetap diambil orang. Kami koordinasikan lebih lanjut ke aparat terkait,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Harwita belum dapat memberikan keterangan lanjutan karena masih berada di lapangan. “Nanti dikabari bila di kantor,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief