BANJARMASIN – Aksi bentrokan antarkelompok remaja bersenjata tajam kembali meresahkan warga Kota Banjarmasin. Kali ini, peristiwa terjadi di kawasan Jalan Antasan Kecil Barat (AKB) RT 12 Banjarmasin Tengah, yang dikenal warga sebagai Kampung Arab.
Insiden berlangsung Selasa (27/1) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Sejumlah remaja bersenjata tajam terlibat aksi kejar-kejaran yang terekam kamera CCTV milik warga setempat.
Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa remaja mengenakan helm sambil membawa senjata tajam mengejar kelompok remaja lain yang juga mempersenjatai diri. Aksi brutal itu membuat warga sekitar panik, dan memilih bertahan di dalam rumah.
Warga setempat berusia 28 tahun memastikan bahwa kedua kelompok remaja yang bentrok bukan dari lingkungan Kampung Arab. "Kami tidak tahu juga warga mana mereka. Yang kami dapat kabar jika mereka tiba-tiba berlarian ke arah kampung kami, dikejar oleh sejumlah remaja bersajam. Memang kelompok yang dikejar kalah banyak jumlah," ujarnya.
Ia menegaskan, apabila remaja tersebut dari Kampung Arab, warga dipastikan turun tangan untuk melerai atau menghalau. "Informasi tidak ada korban. Mereka bubar masing-masing setelah rebut. Meski tak ada korban, kami di sini jadi terganggu dan resah," ucapnya.
Ketua RT 14, Rusliyani mengaku khawatir aksi serupa akan terulang dan berpotensi menimbulkan korban. Ia berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli, khususnya pada jam-jam rawan. "Demi keamanan dan kenyamanan warga," ujar Rusliyani.
Menurutnya, pada jam kejadian masih ada warga yang beraktivitas, seperti ronda malam. Ini sangat berisiko jika bentrokan kembali terjadi. "Kebetulan pada jam-jam itu masih ada warga yang duduk-duduk atau beraktivitas, seperti jaga malam. Kami khawatir bisa menjadi korban salah sasaran. Karena itu kami berharap ada tindak lanjut dengan meningkatkan patroli," tambahnya.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah, Ipda Raihan Fakhri Primavinsyah mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut. "Namun berdasarkan informasi yang kami terima, tidak ada korban dalam peristiwa itu," ujarnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief