MARABAHAN-Aksi pelanggaran arus lalu lintas di kawasan Jalan Trans Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, semakin marak setelah median jalan rampung dikerjakan dan putar balik di depan Kantor Samsat Handil Bakti ditutup secara permanen.
Sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arah demi mempersingkat jarak tempuh, meski tindakan itu sangat membahayakan pengguna jalan lain.
Syarif (43), warga Perumahan Griya Permata, mengaku resah dan kesal dengan ulah para pelanggar arus tersebut.
"Kalau dia saja yang celaka mungkin urusan sendiri, tapi ini bisa membahayakan orang lain. Pengendara yang sudah berada di jalur benar justru seperti disalahkan," keluh Syarif.
Ia berharap ada petugas yang berjaga, khususnya pada jam-jam padat pagi dan sore hari.
"Tidak harus setiap waktu, tapi minimal saat jam sibuk pagi dan sore ada petugas. Jangan sampai sudah ada kejadian dulu baru bertindak atau menunggu viral," tegasnya.
Warga Handil Bakti lainnya, Syahrial (35), juga menyatakan dukungannya terhadap penutupan U-Turn di depan Kantor Samsat Handil Bakti.
"Saya mendukung benar ketika putar balik di depan Samsat ditutup. Memang ada plus dan minusnya,"ujar Syahrial.
Menurutnya, dari satu sisi arus lalu lintas menjadi lebih nyaman dan lancar, namun di sisi lain masih banyak pengendara yang memilih melawan arah karena ingin mencari jalan lebih dekat.
"Satu sisi jalan jadi nyaman dan lancar, tapi di sisi lain masih banyak yang melawan arah. Kadang bikin kaget juga," katanya.
Syahrial juga menilai pemerintah daerah perlu memperhatikan kondisi jalan-jalan di kawasan perumahan yang berfungsi sebagai jalur alternatif. Ia mencontohkan kawasan Terminal dan Komplek Persada Raya 1 yang sebenarnya bisa menjadi jalur alternatif menuju Griya Permata, Sungai Dua, hingga Keruwing, namun kondisinya banyak yang rusak.
"Padahal itu jalur alternatif yang bagus. Tapi karena jalannya rusak, orang tidak mau lewat. Ini juga harus diperhatikan pemerintah daerah," ujarnya.
Menurutnya, jika jalan-jalan pendukung diperbaiki, kepadatan di jalan utama bisa berkurang dan potensi kecelakaan dapat ditekan.
"Kalau jalan alternatif dibuat nyaman, setidaknya bisa mengurangi kepadatan dan potensi kecelakaan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Kuala, Jaya Hidayatullah, menegaskan bahwa seluruh pengguna jalan wajib menaati ketentuan lalu lintas yang telah ditetapkan. Pengaturan U-Turn dan pemasangan median dilakukan semata-mata demi keselamatan dan kelancaran transportasi.
"Keselamatan itu harga mati. Pengaturan lalu lintas dibuat untuk mencegah terjadinya kecelakaan,"tegas Jaya.
Ia menyebutkan arus lalu lintas di ruas Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti kini semakin terurai dan lebih lancar setelah median terpasang, meski diakui masih ada pihak yang kontra.
"Pemasangan median dan penentuan U-Turn dilakukan melalui kajian. Prinsipnya keselamatan adalah harga mati. Kita terus mengikuti perkembangan lalu lintas agar semakin lancar bagi seluruh pengguna jalan," jelasnya.
Jaya juga menyoroti masih adanya pengendara yang memotong jalan atau melawan arus. "Yang terpenting adalah ketaatan pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas," katanya.
Menurutnya, penentuan titik U-Turn tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui forum LLAJ yang melibatkan Dishub Provinsi, Satlantas Polri, serta Dinas Pekerjaan Umum.
"Semua sudah melalui kajian dan disepakati dalam forum. Masukan masyarakat tetap menjadi bahan evaluasi ke depan,"ujarnya.
Ia kembali menegaskan jarak U-Turn bukan soal dekat atau jauh, melainkan demi keselamatan.
"Semakin dekat U-Turn dibuat, maka potensi kecelakaan semakin besar. Karena itu penempatannya harus benar-benar mempertimbangkan aspek keselamatan," tegasnya.
Untuk itu, Dishub Barito Kuala mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dan tertib berlalu lintas. Terkait permintaan penjagaan di jam-jam rawan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas.
"Kami akan berkoordinasi dengan Satlantas untuk penanganan di lapangan," tutup Jaya.
Editor : Arif Subekti