Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

6 Motor Raib Dalam Sepekan di Kawasan Cemara Banjarmasin, Hanya Dalam Sepekan

Maulana Radar Banjarmasin • Jumat, 23 Januari 2026 | 12:34 WIB

 

Ilustrasi curanmor
Ilustrasi curanmor

BANJARMASIN - Aksi pencurian sepeda motor di kawasan Cemara, Kelurahan Sungai Miai Banjarmasin Utara, kian meresahkan warga. Dari akhir tahun 2025 hingga 14 Januari ini, sedikitnya enam unit sepeda motor dilaporkan hilang, dengan lokasi kejadian tersebar di beberapa titik permukiman dan area parkir umum di kawasan Cemara.

Berdasarkan penelusuran Radar Banjarmasin, aksi pertama terjadi di Jalan Adiyaksa, di Nuna Store, pada  27 Desember, aksi pencuri terekam CCTV Toko seberang sekitar jam 5 subuh, terlihat pelaku seorang diri yang diduga datang seorang diri dengan berjalan kaki langsung mendekati targetnya. Motor yang hilang Honda Scoopy milik Fikri Fazrin Noor (33), pemilik Nuna Store.

"Kejadiannya subuh, waktu itu hujan deras lagi enak-enaknya tidur. Penutup lobang kunci konta motor itu tak berfungsi baik, jadi pelaku dengan mudah membawa kabur," beber Fikri, kemarin (22/1).

Disebut Fikri, pelaku datang dari arah Cemara Raya Ujung, begitu dapat target pelaku langsung mendorong arah perempatan Cemara Raya. Ia menduga pelaku bukan orang jauh dan orang yang sama. Sebab beberapa kejadian yang terjadi ada tiga lokasi di jalan yang sama terlihat perawakan pelaku terlihat sama.

"Kemarin itu sudah lapor ke Polsek Banjarmasin Utara, tapi kurang respons. Karena motor saya juga masih kreditan, dan saya kebetulan hanya membawa STNK saja, jadi polisi minta foto kopi BPKB, dua hari berikutnya saya antar berkas, tapi setelah dikasihkan tidak ada kabar atau tindak lanjut untuk menelusuri lokasi maupun menghubungi saya, jadi bingung apakah laporan kami, termasuk kawan senasib ditindak lanjuti,"ucapnya.

Tiga hari berikutnya beralih ke Jalan Adiyaksa, persi di seberang asrama Dinas Kejaksaan Negeri Banjarmasin, di Rehat Kopi. Pada 30 Desember 2025, tersebut motor Honda Scoopy milik Rangga (19) pengunjung kape. Aksi tersebut terekam CCTV, namun pelaku terlihat mudah beraksi lantaran kunci motor Honda Scoopy masih menempel.

"Ini karena kelalaian teman saya, lupa melepas kuncinya. Dia datang nongkrong dari pukul enam sore, dicurinya jam delapan malam, sadar hilang sekitar jam 11 malam,kami saat itu lagi main game," cerita Halim (19), karyawan kefe yang merupakan teman korban.

Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang pria lebih dulu memantau dari ujung pagar rumah dinas kejakaan. Mereka berboncengan motor matik. Tak lama setelahnya satu orang turun dan mengarah ke motor korban. Selanjutnya dengan mudah membawa motornya.

"Saya lebih dulu pulang dari korban, saya mengira korban datang dengan ojol. Sebab helmnya ditinggal pencurinya di atas motor teman kami. Nah saya mengira mungkin korban yang manaruh dan pulangnya ikut dia, begitu saya sudah pulang dapat kabar soal pencurian itu," beber Halim.

Laporan pencurian ini ke Polsek Banjarmasin Utara, namun katanya korban bingung belum ada informasi perkembangan laporanya.

 Satu pekan kemudian, pencurian terjadi kembali di Jalan Cemara Raya Ujung. Masih di kawasan yang sama. Satu sepeda motor juga dilaporkan hilang pada 7 Januari 2026.

Sehari kemudian, pencurian juga terjadi, 8 Januari 2025. Motor pekerja Gramme Coffee, Jalan Cemara Raya, persis berseberangan dengan lokasi pertama yaitu Nuna Store. Motor yang hilang Honda Beat, milik Zaidan (22) warga Sungai Lulut. Aksinya terekam sekira pukul 23.00 Wita, pelaku tiba-tiba dari samping tembok sebelah gramme coffee.

"Saya laporkan keesokan harinya ke Polsek Banjarmasin Utara. Saya sudah kasih bukti-bukti untuk melengkapi laporan, termasuk rekaman CCTV ketika pelaku beraksi," katanya.

Dua peristiwa berikutnya terjadi 11 Januari 2026 di Prima Kaca Maga, Cemara Raya, berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi Nuna Store dan Grammi coffee. Di lokasi ke lima ini Honda Beat berhasil dibawa kabur dengan mudah, lantaran pemilik lupa kunci stank.

"Dari seberang pelaku datang, dia terlihat sendiri mengenakan jaket bertutup warna biru, setelahnya dia mendorong arah ke perempatan Cemara, kasus ini saya laporkan ke Polresta Banjarmasin," tambah  Sony Ramadhani (26).

Terakhir, terjadi 14 Januari 2026 di kawasan Perumnas. Masih dekat dengan lokasi Gramme Coffee dan Nuna Store dan Prima Kaca Maga.

Dikonfirmasi Kanit Ranmor, Iptu Herjunadi Tri Nugroho mengungkapkan, bahwa dari lima peristiwa curanmor, satu laporan telah diterimanya dan masih dalam proses penyelidikan. " Masih kami selidiki dan pendalaman," jelasnya.

Dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, Ipda Hafiz Satria Arianda mengaku, kasusnya masih dalam penyelidikan. "Masih kami dalami kasusnya," jawab Hafiz.

Warga setempat mengaku resah dan meminta aparat kepolisian meningkatkan patroli, terutama pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan tindak kejahatan.

"Kami resah. Berharap bisa segera ditindaklanjuti. Apalagi lokasi kejadian di dekat tempat tinggal saya ini ada tiga. Semoga bisa terungkap," ucap Wahid (52), warga sekitar.

Editor : Arief
#Curanmor #banjarmasin #Pencurian