Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Santri Asal Pelaihari Hilang Tenggelam di Barito Kuala

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 22 Januari 2026 | 21:30 WIB

PENCARIAN: Sejumlah warga berinisiatif melakukan pencarian dengan menyelam di lokasi korban tenggelam.
PENCARIAN: Sejumlah warga berinisiatif melakukan pencarian dengan menyelam di lokasi korban tenggelam.
MARABAHAN – Insiden orang tenggelam kembali terjadi di Kabupaten Barito Kuala.

Seorang santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif dilaporkan hilang setelah tenggelam di sungai kawasan Kelurahan Berangas Barat, Kecamatan Alalak, Kamis (22/1/2026) sore sekitar pukul 17.00 Wita.

Korban diketahui bernama Muhammad Yusuf (13), warga Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Saat kejadian, korban bersama sejumlah santri lain tengah mandi dan berenang di sungai sekitar pondok pesantren.

Informasi yang dihimpun, kondisi air sungai saat itu cukup dalam karena sedang pasang.

Korban yang diketahui tidak bisa berenang awalnya berada di daratan.

Namun, ia tiba-tiba ikut menceburkan diri ke sungai dan sempat ditolong oleh salah satu santri.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf menjelaskan, tangan korban sempat diraih, namun kemudian terlepas.

“Korban sempat tersenyum lalu menyelam ke arah tengah sungai dan tidak muncul kembali,” ujarnya.

Lurah Berangas Barat M. Rizky Yakub membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan kronologis masih didalami.

Hingga Kamis malam, Tim Water Rescue Alalak Selatan masih melakukan pencarian dengan menyisir lokasi kejadian.

Pihak pondok pesantren berharap korban segera ditemukan.

Sementara orang tua korban masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk mengikuti proses pencarian. (*) 

Editor : M. Ramli Arisno
#pencarian korban tenggelam #santri tenggelam Barito Kuala #santri Ponpes Darul Maarif #Berangas Barat Alalak #tenggelam di Sungai Alalak