Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Misteri Penemuan Tengkorak di Suato Tatakan Tapin! Diduga Bukan Bayi Manusia, Sudah Ada Gigi Gerahamnya

Rasidi Fadli • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:20 WIB
PECAHKAN MISTERI: Pihak kepolisian saat melakukan identifikasi tengkorak di Suato Tatakan Tapin pada malam hari.
PECAHKAN MISTERI: Pihak kepolisian saat melakukan identifikasi tengkorak di Suato Tatakan Tapin pada malam hari.

RANTAU – Misteri penemuan tengkorak makhluk hidup di Km 101 Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, mulai menemukan titik terang.

Hasil pemeriksaan awal Tim Biddokkes Polres Tapin menyimpulkan bahwa tengkorak tersebut bukan tengkorak bayi manusia, melainkan diduga kuat milik binatang sejenis simpanse.

Olah TKP dilakukan aparat kepolisian pada Selasa (20/1/2026) malam, di belakang bedakan rumah warga yang berada dekat kebun karet.

Proses ini melibatkan Tim Labfor Polda Kalimantan Selatan, Satreskrim Polres Tapin, Biddokkes Polres Tapin, serta jajaran Polsek Tapin Selatan.

Tim Labfor Polda Kalsel yang turun langsung ke lokasi terdiri dari Ipda Dadang Saputra, Ipda Lusi Krisdiyanti, Bripda Yudihistira Herlambang, dan Bripda Julia Sesar. Sementara dari Satreskrim Polres Tapin dipimpin KBO Satreskrim Ipda Budi Prasetya bersama anggota Inafis.

Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika melalui Kasi Humas Ipda Imam Subhan menyampaikan keterangan dari Dokter Julita Maulidina, Biddokkes Polres Tapin, terkait hasil pemeriksaan awal terhadap temuan tersebut.

“Ukuran tengkorak yang ditemukan tergolong kecil dan tidak sesuai dengan ukuran kepala manusia. Bahkan tidak selayaknya ukuran kepala bayi sekalipun,” ujar Ipda Imam Subhan, Rabu (21/1/2026).

Selain itu, bagian atas tengkorak telah menyatu rapat.

Kondisi ini berbeda dengan tengkorak bayi manusia yang tulangnya belum sepenuhnya menyatu.

Petugas juga menemukan adanya gigi geraham bagian atas, yang secara medis tidak mungkin dimiliki bayi manusia.

“Struktur rahang juga lebih melengkung dan menyerupai binatang, mendekati ciri simpanse. Kemudian pada bagian samping tengkorak terdapat celah yang cukup lebar, berbeda dengan tengkorak manusia yang cenderung rapat,” jelasnya.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kepolisian menyimpulkan sementara bahwa tengkorak yang ditemukan diduga merupakan tengkorak binatang sejenis simpanse, bukan tengkorak bayi manusia.

Meski begitu, polisi menegaskan kepastian ilmiah tetap menunggu hasil uji DNA dari Labfor Polda Kalsel.

Dalam penanganan barang bukti, petugas mengamankan tiga temuan, yakni dua tengkorak berukuran kecil tanpa rahang bawah bernomor 1 dan 2, serta potongan tulang belulang bernomor 3.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Tapin #misteri #tengkorak