KANDANGAN - Kabupaten Hulu Sungai Selatan darurat kasus ular. Sejak awal tahun tadi, sudah tercatat sebanyak 19 kasus ular masuk rumah ataupun kandang peternakan, yang sudah ditangani oleh petugas Pemadam Kebakaran HSS bidang Animal Rescue.
Kepala SATPOL PP dan DAMKAR Kabupaten Hulu Sungai Selatan Iwan Friady, melalui Kepala Seksi Penanggulangan dan Penyelamatan, Mukhlis, mengatakan faktor cuaca saat ini mempengaruhi penyebab banyaknya ular masuk rumah ataupun kandang peternakan.
“Sekarang musim penghujan yang juga mengakibatkan bencana banjir, sehingga ular-ular itu mencari tempat perlindungan atau persembunyian ke dalam rumah serta mencari makan di kandang peternakan yang masuk melalui lubang-lubang rumah ataupun kandang yang ada”, ujar Mukhlis.
Ia menambahkan, faktor lain penyebab banyaknya ular yang masuk pemukiman warga, karena banyaknya pembukaan lahan, yang menyebabkan ular kehilangan tempat tinggal atau habitatnya, sehingga ular pun sampai menyasar ke pemukiman warga.
“Ular ini masuk rumah tidak lain juga untuk mencari makan seperti tikus di tempat-tempat yang dipenuhi sampah dalam rumah seperti bawah lemari, bawah kulkas, dan tempat lainnya,” paparnya.
Adapun untuk jenis ular yang banyak ditemui masuk ke dalam rumah ataupun kandang peternakan, yakni Kobra, Sanca/Piton, dan ular Terbang (Flying Snake).
Editor : M Oscar Fraby