Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Status Tanggap Darurat Banjir di Kabupaten Banjar Dihentikan, Tapi Ratusan Jiwa masih Mengungs

M Fadlan Zakiri • Senin, 19 Januari 2026 | 12:36 WIB
BERANGSUR SURUT: Warga melintasi genangan banjir yang mulai surut di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (18/1).
BERANGSUR SURUT: Warga melintasi genangan banjir yang mulai surut di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (18/1).

MARTAPURA - Kondisi banjir di Kabupaten Banjar mulai membaik. Dari data terbaru Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, per Sabtu 17 Januari 2026 pukul 16.00 Wita, jumlah wilayah terdampak dan pengungsi mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya.

“Alhamdulillah, berdasarkan update terakhir, kondisi banjir di Kabupaten Banjar mulai berangsur surut. Dibandingkan data tanggal 16 Januari, terjadi penurunan di sejumlah indikator,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, Minggu (18/1) sore.

Ia merinci, hingga 17 Januari 2026, banjir masih melanda delapan kecamatan dengan total 97 desa dan kelurahan terdampak. Delapan kecamatan tersebut meliputi Martapura Barat, Martapura, Martapura Timur, Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Astambul, Cintapuri Darussalam, dan Gambut.

Sementara kecamatan lainnya seperti Paramasan, Mataraman, Simpang Empat, Sambung Makmur, Pengaron, Aranio, Telaga Bauntung, Karang Intan, Tatah Makmur, Aluh-Aluh hingga Beruntung Baru, tercatat nihil genangan.

Jumlah warga yang masih mengungsi saat ini tercatat 717 jiwa. Angka tersebut menurun seiring mulai surutnya genangan di sejumlah titik. “Sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing karena air berangsur turun. Tapi kita tetap siaga dan terus lakukan pemantauan,” kata Yudi.

Ratusan pengungsi tersebut tersebar di sejumlah lokasi, empat wilayah pengungsi terbanyak antaranya berada di Desa Sungai Tabuk Keramat sebanyak 242 jiwa, Desa Tunggul Irang Ulu 90 jiwa, Aula Kecamatan Martapura Barat 85 jiwa, dan Desa Abumbun Jaya 77 jiwa.

BPBD juga mencatat dampak banjir terhadap infrastruktur dan masyarakat. Sebanyak 33.836 rumah terdampak, 7.457 rumah terendam, 41.158 kepala keluarga terdampak, dan 119.956 jiwa terdampak. Kelompok rentan juga ikut terdampak, terdiri dari 408 ibu hamil, 785 bayi, 2.722 balita, 6.848 anak-anak, 460 penyandang disabilitas, serta 6.028 lansia.

Tak hanya permukiman, banjir juga merendam berbagai fasilitas umum. Seperti 231 unit sekolah, 218 tempat ibadah, 53 kantor, 160 fasilitas umum, 51 fasilitas kesehatan, 55 jembatan, serta 5.382 hektare kebun dan sawah terdampak.

Yudi menegaskan Pemkab Banjar tetap mengintensifkan penanganan dan distribusi bantuan. “Kami terus siagakan personel, dapur umum, dan bantuan logistik. Fokus kami memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sampai kondisi benar-benar aman,” janjinya.

Sisi lain, tren penurunan genangan banjir berdampak terhadap status kebencanaan. Pemerintah Kabupaten Banjar resmi menurunkan status dari Tanggap Darurat menjadi Transisi Tanggap Darurat Menuju Pemulihan.

Keputusan tersebut diambil setelah melihat perkembangan kondisi lapangan yang menunjukkan penurunan debit air di sejumlah wilayah, seiring berkurangnya jumlah pengungsi sebagaimana tercatat dalam data BPBD per 17 Januari 2026. “Berdasarkan hasil rakor, seluruh pihak sepakat menurunkan status kebencanaan. Ini karena kondisi banjir di lapangan mulai membaik,” terang Yudi.

Seiring membaiknya kondisi, Pemkab Banjar juga mulai menarik sejumlah dapur umum, khususnya di wilayah Sungai Tabuk. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan logistik bagi desa-desa yang masih membuka dapur umum secara mandiri. Terkait masa transisi, Yudi menyebut status Transisi Tanggap Darurat Menuju Pemulihan mulai berlaku hari ini, Senin (19/1). “Berdasarkan pengalaman banjir 2021, masa transisi ini bisa berlangsung hingga tiga bulan dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Sebelumnya,  Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengakui bahwa masih ada beberapa wilayah yang masih mengalami genangan kategori sedang hingga tinggi. Yaitu Kecamatan Martapura, Astambul, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, dan Cintapuri Darussalam.

Sedangkan wilayah dengan kategori genangan rendah berada di Kecamatan Gambut, yakni Kelurahan Gambut, serta Kecamatan Kertak Hanyar yang meliputi Desa Simpang Empat, Kelurahan Kertak Hanyar. “Pemantauan tetap kita lakukan secara berkala untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” kata Wasis.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Banjir #darurat #Banjar