BANJARMASIN-Sebuah mobil sedan Toyota Starlet warna abu-abu metalik bernomor polisi DA 1417 TCQ mengalami kecelakaan tunggal di Jalan A Yani Km 1, Banjarmasin, Minggu (18/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.25 Wita.
Mobil yang dikemudikan seorang pria itu menabrak pembatas jalan tepat di turunan Jembatan Dewi, saat melaju dari arah dalam kota menuju luar kota. Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek cukup parah.
Petugas Satlantas Polresta Banjarmasin yang datang ke lokasi langsung melakukan pengamanan serta mengevakuasi kendaraan untuk menghindari kemacetan dan potensi kecelakaan lanjutan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kendaraan mengalami kerusakan cukup berat dan telah diamankan ke Polresta Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan petugas.
Pengemudi berinisial SZ, (50) warga Jalan Barito Hilir, Telaga Biru Banjarmasin Barat. Selain mobilnya mengalami kerusakan, juga membuat giginya patah akibat benturan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banjarmasin Ipda Donny, menerangkan bahwa sebelum terjadi kecelakaan mobil yang dikendarai Korban SZ, terlibat kecelakaan dengan pemotor Honda Vario dengan nomor polisi DA 5280 MK AR, bernisial AR, (24), Anjir Muara Kota Tengah, Anjir Muara Kota Tengah Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala.
"Lokasi pertama kecelakaan di Jalan Veteran, posisi korban pemotor vario melaju arah Jembatan Barito dari arah Kuripan. Tepat di depan gramedia itu korban AR ditabrak dari belakang," terang Donny, Minggu (18/1/2026) siang.
Di lokasi pengemudi nahas itu langsung mengajak mengurus kekeluargaan saja dan bersedia memperbaiki kerusakan motor korban. Dari lokasi pertama kecelakaan pengemudi mobil itu bersama-sama dengan korban untuk mengurus damai mencari bengkel.
"Di persimpangan antara jalan Kapten Piere Tandean yang menghubungkan ke Jalan A Yani Km 1, pengemudi hilang kendali dan terjadilah kecelakaan tunggal, mobilnya menabrak pembatas jalan dan terhentinya di menutup jalan persis diturunan jembatan dewi, akibatnya mobil rusak parah dan gigi pengemudinya patah," beber Donny.
Hasil pemeriksaan kuat dugaan pengemudi nahas itu dalam pengaruh minuman beralkohol, sehingga faktor itulah membuat terjadi kecelakaan, akibat konsentrasi terganggu.
"Kondisinya dalam pengaruh miras," ungkap Donny.
Kasus ini tengah dimediasi, baik itu kerugian yang ditelan pemotor Vario maupun rusaknya pembatas jalan.
"Kalau dengan koban kendaraan R2,sudah di mediasi dan ganti rugi. Sedangkan perbaikan median masih kami koordinasikan sama dinas tata kota apakah yang bersangkutan perbaikan sendiri atau di serahkan ke tata kota," jelasnya.
Kepolisian tak henti mensosialisasikan larangan-larangan ketika mengendarai kendaraan, baik itu R2 maupun R4.
"Kita terus sampaikan imbauan, jika dalam kondisi tidak memungkinkan jangan mengemudi atau mengendarai untuk menghindari kecelakaan yang mengakibatkan kerugian materil bahkan korban jiwa," jelasnya.
Editor : Arif Subekti