Peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis (15/1) dini hari dan terekam kamera pengawas (CCTV) rumah sakit.
Dalam kejadian itu, sejumlah pengunjung rumah sakit kehilangan barang berharga saat berada di area perawatan. Aksi pencurian diduga terjadi ketika kondisi rumah sakit relatif sepi dan para pengunjung tengah beristirahat.
Salah satu korban, Nining Kasiati, warga Kecamatan Teluk Kepayang, mengatakan saat kejadian dirinya bersama sang ibu sedang membesuk ayahnya yang dirawat di ruang ICU.
Setelah terbangun, ia menyadari telepon seluler miliknya dan sang ibu yang sebelumnya diisi daya sudah tak ada.
Selain Nining, pengunjung lain di ruang ICU juga mengalami kehilangan barang berharga. Ia kemudian meminta bantuan perawat dan petugas keamanan rumah sakit.
Saat itu, petugas keamanan menyampaikan bahwa ruang ICU memiliki akses masuk terbatas. Karena itu, pencurian sempat diduga dilakukan oleh orang-orang terdekat yang berada di ruangan tersebut.
Sekuriti kemudian memeriksa tas sekitar 10 orang pengunjung, namun tak menemukan barang yang hilang.
Belakangan diketahui bahwa dugaan tersebut keliru. Seorang pengunjung dari ruang perawatan lain melaporkan kehilangan serupa pada waktu yang hampir bersamaan.
Berdasarkan pendataan korban, total barang yang hilang meliputi enam unit telepon seluler, uang tunai, dan perhiasan emas.
Di ruang tunggu ICU dilaporkan hilang lima unit ponsel dan emas, sedangkan di ruang perawatan lain hilang satu unit ponsel dan uang tunai sebesar Rp800 ribu. Total korban berjumlah enam orang.
“Kami tidak tenang, jadi melapor ke Polres Tanah Bumbu,” ujar Nining kepada Radar Banjarmasin, Jumat (16/1).
Sepulang melapor dari kantor polisi pada Kamis siang, Nining berhasil melacak keberadaan ponsel miliknya menggunakan aplikasi pelacak bawaan iPhone. Lokasi terakhir terdeteksi di Jalan Kuranji, Kompleks Datar Laga, Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat.
“Saya menghubungi pihak polres dan sudah membagikan lokasi tersebut kepada mereka,” ujarnya.
Menurut Nining, pihak keluarga sempat ingin mendatangi lokasi tersebut, namun mengurungkan niat karena khawatir melangkahi kewenangan aparat, mengingat kasus tersebut sudah dilaporkan ke kepolisian. “Jadi kami takut salah,” katanya.
Namun, pihak kepolisian menyampaikan petugas masih melakukan koordinasi kepada Nining. Hingga kemudian lokasi ponsel tersebut tidak lagi terlacak pada pukul tiga sore.
Karena tak melihat pergerakan aparat ke lokasi, Nining akhirnya meminta adiknya untuk mendatangi lokasi tersebut. Bersama ketua RT dan warga setempat, lokasi pun disisir, namun ponsel miliknya tak ditemukan.
Hingga Kamis petang, Nining terus meminta kepolisian untuk mendatangi lokasi tersebut. Namun, petugas menyampaikan tidak dapat langsung melakukan penindakan tanpa surat perintah.
“Saya tidak menyuruh menangkap orang. Saya cuma mau mereka mendatangi lokasinya,” ujarnya.
Pada Jumat pagi, pihak korban masih berkoordinasi dengan kepolisian. Namun, menurut Nining, jawaban yang diterimanya belum memuaskan.
Polisi menyampaikan tidak dapat melacak ponsel korban dan menyebut rumah di lokasi tersebut sudah kosong.
“Kata mereka sudah ke lokasi, tapi sudah kosong rumahnya. Saya bilang, iya, karena lebih dulu adik saya ke sana,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tanah Bumbu, Ipda Supriyo Sanyoto, mengatakan laporan terkait kehilangan tersebut belum masuk ke bagian humas. Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus, Supriyo belum memberikan respons.
Editor : Sutrisno