Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar HST mencatat, genangan air masih melanda 10 desa di tiga kecamatan hingga Jumat (16/1/2026).
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar HST, Fitriadinor, mengatakan bahwa situasi di lapangan terus berubah mengikuti intensitas hujan.
“Di beberapa desa mulai surut, tetapi ada juga yang justru bertambah akibat hujan beberapa hari ini,” ujarnya.
Di Kecamatan Labuan Amas Utara, banjir masih merendam enam desa, yakni Sungai Buluh, Pahalatan, Mantaas, Rantau Bujur, Tabat, dan Binjai Pirua.
Sementara di Kecamatan Labuan Amas Selatan, genangan air masih bertahan di Desa Mahang Baru dan Desa Panggang Marak.
Adapun di Kecamatan Pandawan, dua desa yang terdampak adalah Kayu Rabah serta Mahang Matang Landung.
BPBD HST mencatat sebanyak 1.050 rumah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 2.299 rumah masih tergenang air hingga masuk ke dalam bangunan.
Jumlah warga terdampak mencapai 3.250 jiwa, sementara 6.882 jiwa lainnya masih bertahan di rumah yang dikepung air.
Tak hanya permukiman, banjir juga melumpuhkan berbagai fasilitas umum. Sedikitnya 12 tempat ibadah, 3 puskesmas, 33 sekolah, 1 pasar, 5 kantor, serta 2 fasilitas umum lainnya ikut terdampak.
Abrani, warga Desa Kayu Rabah hanya bisa pasrah dengan kondisi ini. Mereka tak bisa berbuat banyak. Sebab banjir sudah menjadi musibah yang mereka jalani tiap musim hujan.
"Kami hanya bisa sabar, dan berharap musim hujan segera berlalu. Karena selama banjir kami tidak bisa beraktivitas apapun," keluhnya.
Banjir di Desa Kayu Rabah sudah terjadi hampir setengah bulan. Air merendam rumah dan jalan desa. Akibatnya warga harus beraktivitas menggunakan perahu.
Pemerintah daerah pun telah mendistribusikan berbagai bantuan kepada korban terdampak banjir. Meski sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi.
Editor : Sutrisno