KOTABARU – Insiden mengerikan melanda pabrik pemurnian bijih besi PT Sebuku Feroaloy Perkasa (SFP) di Kecamatan Pulau Sebuku, Senin (12/1) kemarin.
Tak hanya menghanguskan fasilitas pabrik, amukan si jago merah juga memakan korban jiwa. Sedikitnya, tujuh karyawan dilaporkan luka akibat peristiwa tersebut.
Kondisi para korban cukup memprihatinkan. Dua orang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan dengan luka berat, sementara lima rekan lainnya mengalami luka ringan.
Jerit kesakitan para pekerja di tengah kobaran api ini kini menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk membongkar penyebab pasti petaka ini.
Merespons jatuhnya korban luka, Sat Reskrim Polres Kotabaru bersama personel Polsek Pulau Sebuku bergerak cepat. Mereka langsung mengamankan lokasi dan memasang garis polisi guna melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam.
Terkait ini, Kapolres Kotabaru melalui Kasat Reskrim AKP Shoqif Fabrian Yuwindayasa, Rabu (14/1) menegaskan, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.
Fokus penyelidikan adalah mencari tahu apakah kebakaran ini murni musibah atau ada unsur kelalaian dalam prosedur kerja yang mengorbankan keselamatan karyawan.
"Benar, ada tujuh korban terdampak. Kami sudah mendatangi lokasi, melakukan pengamanan, dan memulai olah TKP. Saat ini tim sedang bekerja dalam proses penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kebakaran," tegas AKP Shoqif.
Polisi juga memastikan akan memeriksa saksi-saksi dan menyisir setiap sudut area yang terbakar untuk mencari titik api pertama.
Editor : Arif Subekti