Rumah tersebut diketahui milik kepala keluarga bernama Jumirin Asyikin, warga RT 15 dekat Masjid Jami Tuhfaturroghibin atau dikenal dengan sebutan Masjid Kanas.
Ketua RT setempat, Fatahillah menyebut kebakaran dipicu tegangan listrik dari dispenser air yang menyala namun dalam keadaan kosong.
“Dispenser itu kosong airnya, tapi tetap tercolok ke listik,” ujarnya.
Beruntungnya, rumah tersebut menggunakan konstruksi beton, sehingga Fatahillah menilai api lambat menjalar.
Didukung posisi rumah yang berdekatan dengan sungai, sehingga warga sigap mengambil air menggunakan ember untuk memadamkan bagian rumah yang terbakar.
“Orang kampung bahu membahu memadamkan lantai bawah, saat pemadam datang baru disemprot lantai atas, karena rumahnya panjang dan bertingkat,” jelasnya.
Ketua RT memastikan, tak ada kerugian berarti maupun korban dari insiden ini, hanya saja, sejumlah perabotan di rumah sempat terbakar dan basah akibat siraman dari mesin pemadam. (*)
Editor : M. Ramli Arisno