KANDANGAN – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi menyampaikan peringatan keras terkait kondisi darurat narkoba yang mengancam Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Ia menanggapi data peredaran gelap narkotika sepanjang 2025 yang mencatat 99 kasus dengan 121 tersangka.
Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar data.
Melainkan sinyal bahaya serius bagi masyarakat.
“Angka 99 kasus dengan 121 tersangka ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Ini adalah alarm keras bagi kita semua bahwa narkoba sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat kita di HSS. Kita tidak boleh lengah sedikit pun," ujarnya.
Habib Aboe menegaskan, narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman langsung terhadap ketahanan nasional.
Ia menyebut narkoba sebagai musuh yang menghancurkan bangsa dari unit terkecil, yakni keluarga.
“Bagaimana kita bisa bicara tentang kedaulatan bangsa atau persatuan Indonesia jika akal dan masa depan anak cucu kita dirusak oleh narkoba? Narkoba ini adalah penjajah tanpa wajah yang merusak ketahanan nasional kita dari dalam rumah tangga," tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, ia mengajak orang tua dan tokoh masyarakat memperkuat peran keluarga.
Menurutnya, perhatian orang tua dan pendidikan agama menjadi benteng utama melawan narkoba.
“Perkuatlah fondasi agama di rumah. Jadikan rumah tempat yang nyaman bagi anak untuk bercerita. Jangan sampai mereka mencari pelarian di luar, karena tidak mendapatkan perhatian di dalam rumah. Iman dan perhatian orang tua adalah obat penawar paling ampuh terhadap godaan narkoba", pesannya.
Ia juga mengapresiasi kinerja aparat kepolisian, seraya mengajak masyarakat berani melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Jangan takut melapor. Menyelamatkan satu orang dari narkoba berarti menyelamatkan satu keluarga. Mari kita jaga Kandangan agar tetap menjadi daerah yang religius, bersih, dan merdeka dari ancaman narkotika,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto