Tim gabungan terdiri dari Basarnas Banjarmasin, Satpolairud Polresta Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Water Rescue Alalak Selatan, BPBD Kota Banjarmasin, dan relawan emergency.
Mereka menyisir lokasi sekitar titik korban diduga tenggelam di Sungai Martapura, Jalan Pengambangan RT 9, Banjarmasin Timur.
Baca Juga: Cara Tradisional Mengatasi Demam Secara Alami dan Aman
Sejumlah penerangan disiapkan untuk mendukung proses pencarian. Warga sekitar, teman, dan keluarga korban berdatangan menyaksikan langsung upaya pencarian.
Mereka rela basah-basahan menyusuri titian yang terendam air pasang rob setinggi lutut.
Petugas membentangkan garis polisi di sepanjang titian sisi bantaran sungai agar masyarakat dapat melintas dengan aman.
Baca Juga: Bantu Pemulihan Pascabencana, Polri Kerahkan Alat Berat ke Sumatera
Koordinator Lapangan Water Rescue Alalak Selatan, Zainal, mengungkapkan pencarian dimulai pukul 20.30 Wita. Hingga pukul 23.00 Wita, hasil masih nihil. Tim melakukan penyelaman secara bergantian.
"Kendala yang dihadapi, air pasang cukup tinggi dan arus bawah sungai cukup kuat, sehingga penyelam mengalami kesulitan," jelasnya.
Koordinator SAR Basarnas Banjarmasin, Ruseno, menyampaikan pihaknya menurunkan sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian, di antaranya rubber boat beserta mesin tempel, peralatan selam, Aqua Eye, peralatan water rescue, peralatan komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.
Baca Juga: Banjir Tak Kunjung Surut, Status Tanggap Darurat di Kabupaten Banjar Diperpanjang
"Kondisi cuaca di lokasi berawan, debit air sungai masih cukup tinggi dan cukup mengganggu proses pencarian," ujarnya.
Ruseno menambahkan, berdasarkan pengalaman, tubuh korban biasanya akan mengapung setelah sekitar 36 jam.
Namun, kemungkinan tenggelam kembali tetap ada sehingga tim akan terus memantau dan menelusuri titik-titik di sekitar lokasi korban dilaporkan tenggelam.
Baca Juga: 10 Sekolah Terendam Berbulan-Bulan di HST! Ratusan Siswa Jangan Tertinggal Pelajaran
"Pada momen itu akan terus kami pantau dan telusuri di sekitar lokasi awal, dan korban masih berstatus Dalam Pencarian (DP)," pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno