Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WITA itu menghanguskan satu unit rumah warga sebelum api berhasil dikendalikan tim gabungan.
Besarnya kobaran api membuat ratusan relawan pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Selain itu, ratusan prajurit dari Batalyon Infanteri 884/Saijaan turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dan pelokalan api.
Baca Juga: Laut Kotabaru Diguncang Gempa Dangkal Magnitudo 3,1
Keterlibatan personel TNI dalam jumlah besar dinilai sangat membantu, mengingat kondisi lokasi kebakaran berada di gang sempit yang sulit dijangkau armada pemadam.
Pantauan di lapangan, mobil pemadam tidak dapat masuk hingga titik api. Akibatnya, petugas, relawan, dan prajurit TNI harus memikul mesin pompa portabel serta peralatan pemadam lainnya secara manual menuju lokasi kebakaran.
Meski menghadapi kendala akses, proses pemadaman berlangsung relatif cepat. Dalam waktu sekitar 20 menit, kobaran api berhasil dijinakkan sehingga tidak merembet ke bangunan lain yang jaraknya saling berdekatan.
Baca Juga: Penadah Curanmor Suzuki Spin Dibekuk, Pelaku Masih Diburu
Salah satu relawan, Muhammad Nasir atau akrab disapa Odon, memastikan kondisi api telah terkendali.
“Alhamdulillah sudah padam, sekarang masih tahap pendinginan,” ujarnya di lokasi kejadian, Minggu malam.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara total kerugian materiil masih dalam proses pendataan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno