BANJARBARU – Angka rehabilitasi penyalahguna narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Meski target rehabilitasi pada 2025 diturunkan akibat efisiensi anggaran, realisasi klien rehabilitasi justru melampaui target yang ditetapkan.
Kepala BNN Kota Banjarbaru, Arif Wahyu Bibitharta kepada Radar Banjarmasin, Minggu (4/1) mengungkapkan, capaian rehabilitasi pada 2024 tercatat mencapai angka 108,3 persen.
Pada tahun tersebut, target rehabilitasi masih berada di angka 60 klien, dengan realisasi mencapai 65 klien.
“Untuk tahun 2024 target masih cukup tinggi, dan realisasinya melebihi target,” ujar AKBP Arif saat dikonfirmasi.
Sementara itu, pada 2025 target rehabilitasi terpaksa diturunkan menjadi 33 klien.
Penyesuaian tersebut dilakukan seiring adanya kebijakan efisiensi anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Namun demikian, realisasi rehabilitasi justru mencapai 56 klien atau setara 169,7 persen dari target.
AKBP Arif menegaskan, meski target diturunkan, jumlah klien rehabilitasi yang berhasil ditangani BNN Banjarbaru terus meningkat.
Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan rehabilitasi serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjalani pemulihan dari ketergantungan narkoba.
“Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan, capaian tahun ini tetap meningkat. Ini menandakan jumlah klien rehabilitasi yang kami tangani bertambah,” jelasnya.
BNN Banjarbaru pun berkomitmen terus mengoptimalkan layanan rehabilitasi, baik melalui rawat jalan maupun pendekatan berbasis masyarakat, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Editor : Arif Subekti