Dari informasi yang terhimpun, mayat tersebut ditemukan tersangkut di kolong rumah warga yang berdiri di bantaran Sungai Martapura, sekitar pukul 10.56 Wita.
Korban pertama kali diketahui warga saat melihat tubuh manusia terjepit di bagian bawah rumah panggung, tepat di atas aliran sungai.
Posisi jasad setengah terendam air sungai berwarna cokelat keruh, dengan kepala berada di bawah kolong rumah dan badan tertahan pada balok kayu bangunan.
Kondisi korban saat ditemukan sudah mengalami pembusukan. Wajah tampak membengkak dan sulit dikenali, sementara rambut terlihat basah dan menggumpal.
Tidak ditemukan kartu identitas maupun barang pribadi di sekitar lokasi penemuan.
“Lokasi penemuan di RT 03, korban tersangkut di kolong rumah warga yang berada di bantaran Sungai Martapura,” ujar Syarif, salah satu relawan di lokasi temuan mayat.
Menurut Syarif, warga sekitar tidak mengenali korban dan tidak ada laporan orang hilang dari lingkungan tersebut.
“Warga di sekitar sini tidak ada yang mengenali. Identitas korban masih misterius,” katanya.
Meski demikian, ujar Syarif, dari ciri-ciri fisik, korban diketahui mengenakan kaos putih dengan garis abu-abu serta celana kain berwarna hitam yang masih terpasang ikat pinggang.
Mendapat laporan dari warga, aparat Polsek Martapura Timur, bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, serta sejumlah relawan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati mengingat posisi korban berada di kolong rumah dan arus sungai yang masih mengalir.
Jenazah selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait identitas korban maupun penyebab pasti kematian.
Aparat masih melakukan penyelidikan, sambil menunggu laporan dari pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
Editor : Sutrisno