RANTAU — Polres Tapin mencatat tren positif kinerja sepanjang 2025.
Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menurun, sementara tingkat penyelesaian perkara justru meningkat tajam.
Capaian tersebut disampaikan dalam press release akhir tahun yang dipimpin Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika, didampingi jajaran pejabat utama Polres Tapin, Kamis (1/1/2026).
Kapolres mengungkapkan, secara umum situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Tapin selama 2025 berada dalam kondisi kondusif.
Berdasarkan data kepolisian, jumlah tindak pidana sepanjang 2025 tercatat 199 kasus.
Angka ini turun 38 kasus atau sekitar 16,03 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 237 kasus.
Tak hanya itu, kinerja penyelesaian perkara juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Sepanjang 2025, Polres Tapin berhasil menyelesaikan 202 kasus, naik dari 164 kasus pada tahun sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, tingkat penyelesaian perkara mencapai 102 persen.
“Artinya kami tidak hanya menyelesaikan perkara di tahun berjalan, tetapi juga menuntaskan tunggakan kasus dari tahun sebelumnya,” tegas Weldi Rozika.
Untuk kasus menonjol, jumlah tindak pidana pembunuhan tercatat empat kasus, sama seperti tahun sebelumnya.
Sementara itu, kasus penganiayaan berat mengalami penurunan dari sembilan kasus pada 2024, menjadi tujuh kasus hingga akhir 2025.
Penurunan sejumlah kasus kriminal ini dinilai sebagai indikator meningkatnya rasa aman di tengah masyarakat Tapin.
Editor : Eddy Hardiyanto