Beberapa menit setelah pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, sebuah rumah kontrakan nyaris terbakar akibat dugaan kembang api atau mercon yang jatuh ke atap bangunan.
Percikan api tersebut memicu kepulan asap dari sisi rumah kontrakan yang dihuni sejumlah karyawan.
Baca Juga: Progres Santunan Kematian Sudah Disalurkan ke 1076 Penerima, Politisi Tapin Ingatkan Administrasinya
Beruntung, kejadian itu cepat diketahui warga sekitar. Sejumlah relawan pemadam kebakaran (Damkar) langsung berdatangan ke lokasi dan berhasil mengamankan situasi sebelum api sempat membesar.
Arini (26), salah satu penghuni rumah kontrakan, mengaku tengah tertidur pulas saat kejadian. Ia terbangun setelah mendengar suara kembang api yang bersahutan.
“Waktu keluar rumah, warga sudah banyak di luar. Asap terlihat keluar dari samping rumah. Kata warga, ada kembang api atau semacamnya yang jatuh,” ujarnya.
Baca Juga: Melanggar Kode Etik Kepolisian, 689 Polisi Dipecat Sepanjang 2025
Keterangan serupa disampaikan Adi (43), tetangga yang tinggal tepat di seberang rumah kontrakan tersebut.
Ia terbangun karena mendengar kegaduhan warga. “Saya lihat hanya asap, tidak sampai ada api. Warga sempat mencoba mendobrak pintu karena dikira ada penghuni di dalam,” ucapnya.
Sementara itu, An Nur (38), warga di belakang rumah kontrakan, mengaku melihat langsung benda menyerupai kembang api atau mercon jatuh dari atas atap lalu ke samping rumah.
Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun, Legislator Kotabaru Tekankan Pelayanan Tanpa Sekat Birokrasi
“Asap sempat mengepul, kami panik. Untungnya BPK di sini standby, lalu disusul relawan lainnya,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan masih banyak warga yang menyalakan petasan dan kembang api di sekitar lokasi kejadian.
Sedikitnya terdapat tiga titik perayaan tahun baru dengan petasan, mulai dari pertigaan Jalan Veteran Pasar Batuah hingga dekat Gang 7 Daha.
Baca Juga: Geger Biawak Dua Meter Masuk Area Kantor Dinas Perikanan HSU
Aktivitas tersebut dilakukan di tengah jalan tanpa mengindahkan keselamatan lingkungan sekitar, bahkan sempat menghambat arus lalu lintas. (*)
Editor : M. Ramli Arisno