Tim SAR gabungan telah memperluas area penyisiran hingga tiga kilometer, namun hasilnya masih nihil.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, M Kasyaf R, mengatakan pencarian dilakukan intensif sejak siang hari.
“Penyisiran dimulai pukul 14.10 WITA dari titik nol Jembatan Desa Simpang Warga,” ujar Kasyaf saat dikonfirmasi, Senin malam.
Operasi pencarian melibatkan DPKP Kabupaten Banjar Sektor Gambut, Basarnas, TNI, dan Polri. Tim melakukan penyisiran permukaan air sejauh kurang lebih dua kilometer, dimulai dari titik nol jembatan hingga dermaga di depan Kantor Kecamatan Aluh-Aluh.
Memasuki sore hari, pencarian dilanjutkan pada tahap kelima dengan memperluas jangkauan hingga sekitar tiga kilometer. Rute penyisiran dimulai dari titik nol Jembatan Simpang Warga menuju kawasan Simpang Warga Dalam, berlanjut ke Jembatan Besi ke-2, hingga Dermaga Aluh-Aluh Besar di samping pabrik es, sebelum tim kembali ke titik awal.
Meski area pencarian diperluas, hingga pukul 17.10 WITA belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di sepanjang jalur penyisiran.
Kasyaf menjelaskan, meski arus sungai terpantau normal, kondisi cuaca buruk sempat memengaruhi durasi dan efektivitas pencarian di lapangan.
Dengan mempertimbangkan keselamatan personel, tim akhirnya memutuskan menghentikan sementara operasi pencarian.
“Untuk penyisiran permukaan air hari ini dihentikan sementara. Seluruh personel kembali dan bersiaga di titik nol jembatan sambil menunggu koordinasi lanjutan untuk rencana operasi esok hari,” katanya.
Sebelumnya, Saidi dilaporkan menceburkan diri ke sungai pada Minggu (28/12/2025) siang. Sekitar pukul 14.45 WITA, warga sempat melihat korban muncul ke permukaan sebelum kembali tenggelam dan tidak terlihat lagi.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pencarian oleh aparat desa bersama DPKP, TNI, Polri, dan Basarnas hingga hari ini. (*)
Editor : M. Ramli Arisno