PARINGIN – Sejumlah rumah dan bangunan warga masih porak poranda pascabanjir yang melanda beberapa tempat di Kabupaten Balangan, Sabtu (27/12). Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi. Ketinggian air bahkan mendekati atap rumah.
Curah hujan tinggi selama dua hari memicu banjir bandang di beberapa pemukiman warga. Tepatnya di Desa Juuh, Sungsum, dan Gunung Batu. Selain Tebing Tinggi, banjir juga melanda Kecamatan Awayan, Halong, Juai, dan Paringin Selatan. Genangan air merendam rumah warga, fasilitas umum, serta menutup sejumlah ruas jalan desa sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
BPBD Balangan menyebut, banjir berdampak pada ribuan kepala keluarga. “Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah pasti rumah dan fasilitas umum yang terdampak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi.
Di Hulu Sungai Selatan, curah hujan tinggi sejak Jumat (26/12) malam menyebabkan Sungai Amandit meluap. Banjir besar mulai merendam sejumlah desa dan kawasan wisata di Kecamatan Loksado dan Kecamatan Padang Batung, bahkan mengancam wilayah hilir hingga Kandangan.
Situasi paling genting dilaporkan terjadi di wilayah hulu, khususnya Desa Tumingki, Kecamatan Loksado. Sementara itu, di Kecamatan Padang Batung, banjir menggenangi sebagian wilayah Desa Batu Laki, Dusun Pariangan di Desa Batu Bini, hingga menenggelamkan fasilitas wisata di kawasan Pariangan.
Banjir besar bahkan memutus jembatan gantung penghubung menuju Dusun Datar Mangkung, Desa Tumingki, Kecamatan Loksado. Akibatnya, akses utama warga terputus dan sejumlah masyarakat terisolasi.
Selain memutus jembatan, banjir juga merendam permukiman warga di bantaran sungai dengan ketinggian air mencapai sekitar 2 hingga 3 meter. Di Desa Haratai bahkan, terjadi tanah longsor yang menutup akses jalan sepanjang kurang lebih 10 meter.
Banjir juga melanda Kabupaten Banjar, di sini, terdata sebanyak 6.593 kepala keluarga (KK) meliputi 18.348 jiwa warga terdampak. Imbas banjir, sebanyak 302 warga harus mengungsi ke tempat aman. “Hingga pukul 09.50 Wita, petugas menghimpun data belasan ribu warga yang terdampak banjir pada 89 desa yang tersebar di 14 kecamatan,” terang kata Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Yayan Daryanto, Minggu (28/12).
Sedangkan rumah yang terdampak, ada sekitar 5.206 unit. Sementara, yang masih terendam sekitar 1.714 unit. “Hingga saat ini, personel gabungan dari Pusdalops, Satgas, TRC, TNI, Polri, pemerintah kecamatan beserta pemerintah desa rutin pengecekan dan pendataan warga yang terdampak, dan selalu memonitor kecamatan yang terdampak banjir,” ujarnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief