Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jasad Penumpang KM Dharma Rucitra yang Terjun ke Laut Ditemukan Mengapung di Perairan Pantai Batakan, Dikenali Lewat Gelang

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 29 Desember 2025 | 09:50 WIB

 

EVAKUASI: Jasad Sumardi (44) tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, dievakuasi menggunakan KN SAR Laksamana. (Maulana/Radar Banjarmasin)
EVAKUASI: Jasad Sumardi (44) tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, dievakuasi menggunakan KN SAR Laksamana. (Maulana/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Operasi pencarian jasad Sumardi yang dilaporkan loncat dari KM Dharma Rucitra I membuahkan hasil. 

Pria 44 tahun itu dilaporkan terjun ke perairan Muara Banjar sebelum kapal memasuki Sungai Barito pada Kamis (24/12) malam. 

Sumardi adalah warga Desa Sukadana, Terara, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Ahad (28/12) siang, tubuh Sumardi ditemukan mengapung di perairan Pantai Batakan, Tanah Laut, cukup jauh dari titik loncat. 

Sekitar pukul 19.00 Wita kemarin, jenazah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. 

Identitas korban dipastikan lewat gelang penumpang KM Dharma Rucitra I yang masih melingkar di pergelangan tangan Sumardi. 

Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana menuturkan, setelah menerima laporan kejadian pihaknya langsung membentuk tim SAR gabungan yang melibatkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, serta perusahaan pelayaran. 

"Pada malam pertama pencarian sempat terkendala cuaca. Hujan deras menyebabkan jarak pandang terbatas hingga pencarian dilanjutkan keesokan harinya," jelas Sudayana usai jasad korban dievakuasi ke rumah sakit. 

Pada hari pertama pencarian, penyisiran belum membuahkan hasil. Pada hari kedua, pencarian diperluas ke arah timur, namun masih nihil.

"Pada hari ketiga, pencarian kembali difokuskan ke arah timur. Karena arus laut cukup deras, jasad korban justru keluar dari sub area pencarian," ujarnya. 

Korban ditemukan sekitar pukul 11.30 Wita di perairan Batakan dan dievakuasi oleh KN SAR Laksamana untuk dibawa ke Banjarmasin. 

"Kami memastikan jasad tersebut adalah penumpang KM Dharma Rucitra I berdasarkan gelang penumpang. Jarak temuan dari lokasi awal sekitar 32 kilometer ke arah timur," tutupnya. 

Perihal motif korban hingga nekat loncat ke sungai, belum diketahui. 

Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas I Banjarmasin, Yuniarsono mengatakan pihak pelayaran sebenarnya telah berupaya mengantisipasi insiden seperti ini. 

"Di kapal sudah dipasang sejumlah kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik, serta rambu dan larangan agar penumpang tidak mendekati atau berdiri di tepi pagar kapal," jelas Yuniarsono yang juga menjabat Kepala Posko Koordinasi Angkutan Laut Nataru 2025/2026.

"Kru kapal sudah memiliki tugas dan kewenangan masing-masing, sehingga tidak memungkinkan untuk memantau seluruh penumpang secara terus menerus," tegasnya.

Ia menegaskan, KSOP telah menyampaikan evaluasi dan langkah antisipasi kepada operator pelayaran agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. 

Soal motif Sumardi hingga nekat terjun ke laut, Yuniarsono mengatakan korban loncat atas kemauannya sendiri. Bukan karena didorong atau tercebur. Namun, apa latar belakang keputusan almarhum, belum diketahui.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #kapal #Bunuh Diri #Sungai #Tenggelam