Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dipicu Awan Cb, Angin Ribut di Kabupaten Banjar Berpotensi Terulang

M Fadlan Zakiri • Jumat, 26 Desember 2025 | 10:54 WIB
RAWAN: Awan Cumulonimbus terpantau berkembang di wilayah Kabupaten Bnajar beberapa waktu lalu
RAWAN: Awan Cumulonimbus terpantau berkembang di wilayah Kabupaten Bnajar beberapa waktu lalu

 

MARTAPURA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan menyatakan angin ribut yang melanda Kabupaten Banjar pada Selasa (23/12/2025) pagi masih berpotensi terulang.

Hal ini seiring kondisi cuaca yang masih berada pada periode puncak musim hujan.

Analis Iklim Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalimantan Selatan, Muhammad Arif Rahman, menjelaskan angin ribut di Banjar dipicu oleh aktivitas awan hujan intens jenis Cumulonimbus (Cb) yang berkembang sejak dini hari.

“Awan Cumulonimbus terbentuk akibat udara lembap yang naik secara cepat dan diperkuat oleh konvergensi angin di lapisan bawah atmosfer. Kondisi ini memicu hujan lebat yang disertai angin kencang sesaat,” ujar Arif, Selasa petang.

Berdasarkan pemantauan BMKG, kecepatan angin saat kejadian tergolong kencang, namun belum masuk kategori ekstrem.

Menurut Arif, intensitas tersebut masih berada dalam batas yang umum terjadi pada puncak musim hujan.

“Anginnya kencang, tetapi belum ekstrem. Ini masih sering terjadi ketika pertumbuhan awan hujan sangat intens,” jelasnya.

BMKG mencatat, angin kencang yang terjadi di Kabupaten Banjar bersifat lokal dan terbatas di wilayah terdampak.

Meski demikian, pemicunya merupakan bagian dari pola cuaca regional di Kalimantan Selatan yang saat ini dipengaruhi sistem hujan monsun.

“Kejadiannya lokal di Banjar dan sekitarnya. Namun secara umum dipicu oleh aktifnya sistem hujan monsun dan gangguan atmosfer skala menengah,” kata Arif.

BMKG mengingatkan potensi angin kencang sesaat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada pagi hingga siang hari, saat hujan lebat mendadak dan awan Cumulonimbus tumbuh cepat.

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi pohon tumbang, baliho, serta bangunan ringan yang rentan terdampak angin kencang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan saat ini Kalimantan Selatan berada pada periode puncak musim hujan yang umumnya berlangsung pada November, Desember hingga Januari.

Kondisi ini juga diperkuat oleh fenomena La Nina Lemah yang berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan.

“Curah hujan bulanan yang tinggi masih diprediksi terjadi hingga Januari 2026. Secara harian, kondisi cuaca umumnya berawan hingga hujan,” ujarnya.

Karena itulah, BMKG ujar Arif, mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.

“Dengan kesiapsiagaan dan pemanfaatan informasi cuaca, risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan,” ucap Arif.

Editor: Arif Subekti

Editor : Arief
#angin #Banjar #bmkg #cuaca