Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sikapi Mahasiswi Dibunuh Oknum Polisi, BEM ULM Tuntut Proses Hukum Berjalan Transparan

Zulvan Rahmatan • Jumat, 26 Desember 2025 | 10:11 WIB

MEMINTA: Ketua BEM ULM, Adi Jayadi meminta proses hukum yang menjerat anggota Polri transparan hingga tuntas.
MEMINTA: Ketua BEM ULM, Adi Jayadi meminta proses hukum yang menjerat anggota Polri transparan hingga tuntas.
BANJARMASIN - BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menyikapi pembunuhan sadis yang menimpa rekan mereka Zahra Dilla (20), mahasiswi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Ketua BEM ULM, Adi Jayadi menegaskan bakal mengawal transparansi proses hukum yang tengah berlangsung terhadap terduga pelaku yang berstatus anggota Polri.

“Ini perlu dikawal sampai tuntas, kami akan advokasikan lewat berbagai jalur,” ucap Adi. Jumat (26/12/2025).

BEM menuntut agar korban benar-benar mendapat hak keadilan. Sedangkan pelaku Muhammad Seili bisa diberikan sanksi hukum yang setimpal atas perbuatannya.

“Kami berharap kasus serupa seperti sebelumnya tidak terjadi lagi seperti ini dan kedepan,” tegasnya.

Ia menilai, ini menambah catatan merah yang dilakukan oleh aparat penegak hukum akibat tersandung tindak pidana.

“Bukan hanya soal instansi dan lembaga, ini sudah jadi budaya sehingga tidak ada rasa takut dari diri mereka. Tidak bisa dipandag sebagai hal bisa,” singgungnya 

Selain itu, kasus ini makin mempertebal cedera institusi, dan menyakiti perasaan masyarakat terhadap slogan “penjaga masyarakat” yang berakhir jadi embel-embel.

“Kita tidak peduli dan tidak percaya lagi yang katanya melindungi, sudah banyak kasus dari lokal hingga nasional,” tambah Adi.

Untuk itu, BEM mendesak agak institusi Polri melakukan pembenahan terhadap kejanggalan sistem yang dirasa tidak beres.

“Ini rapor merah, ayo berbenah, revolusi dan reformasi terhadap sistem yang ada,” tutupnya.

Kasus Pembunuhan Sadis

Satreskrim Polresta Banjarmasin bersama tim gabungan mengungkap kasus pembunuhan ini setelah jasad Zahra Dilla ditemukan di kawasan Kampus STIHSA Banjarmasin.

Zahra diduga dibunuh secara sadis oleh Muhammad Seili. Kasus ini mengejutkan publik karena pelaku merupakan anggota kepolisian yang sedang menempuh pendidikan tinggi.

Hingga kini, proses hukum terhadap Muhammad Seili masih berlangsung di Polresta Banjarmasin. Pihak Uniska menunggu kepastian hukum sebelum mengambil keputusan akademik terhadap mahasiswa tersebut.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #ULM #Zahra Dilla Banjarmasin