Salah satu mahasiswinya, Zahra Dilla (20), ditemukan tak bernyawa di selokan area Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA), Jalan Pangeran Hidayatullah, Rabu (24/12/2025).
Korban merupakan mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ULM, semester lima, asal Lok Tamu, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.
Baca Juga: Ternyata Mahasiswi ULM, Misteri Mayat Perempuan di Selokan STIHSA
Kabar tragis ini mengejutkan sivitas akademika, terlebih karena ULM tengah memasuki masa libur semester.
Dekan FEB ULM, Ahmad Yunani, mengaku tak menyangka peristiwa memilukan tersebut menimpa mahasiswinya.
Ia memastikan kabar itu setelah mendapat informasi pada malam hari dan langsung menuju RSUD Ulin Banjarmasin.
Baca Juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Selokan Dekat Kampus STIHSA Banjarmasin
“Saya mendapat informasi sekitar pukul 19.00 Wita dan langsung memastikan ke RSUD Ulin,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).
Di rumah sakit, Yunani bersama jajaran pimpinan FEB menyampaikan belasungkawa langsung kepada orang tua korban.
Pihak kampus mendoakan agar keluarga diberi ketabahan menghadapi kehilangan putri sulung mereka.
Baca Juga: Takut Korban Temannya, Seorang Perempuan Cek Jenazah di Drainase STIHSA Banjarmasin
“Semoga keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi ujian berat ini,” ucapnya.
Yunani juga tidak menampik adanya dugaan kuat tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Namun ia menegaskan, kampus sepenuhnya menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Kita percayakan proses penyelidikan kepada kepolisian,” tegasnya.
Baca Juga: Jemaah Kaltim Membludak, Jalan Ahmad Yani Angkinang Mulai Padat
Pihak kampus membenarkan bahwa sebelum kejadian, Zahra sempat pulang kampung ke Lok Tamu dan kemudian kembali ke Banjarmasin.
Namun, menurut Yunani, tidak ada aktivitas akademik yang mengharuskan korban kembali ke kampus karena ULM sedang libur kuliah.
“Tidak ada agenda konsultasi atau kegiatan kampus. Mahasiswa sedang libur,” jelasnya.
Baca Juga: Barabai FC Puncaki Grup A Liga 4 Kalsel, Bidik Kemenangan Kandang
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa perantau. ULM berencana memperkuat imbauan keselamatan dan komunikasi mahasiswa selama masa libur.
“Kami akan evaluasi dan kemungkinan mengeluarkan edaran resmi. Kampus tidak selalu bisa memantau aktivitas mahasiswa di luar jam akademik,” katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar lebih selektif dalam pergaulan, menjaga komunikasi dengan keluarga, serta memegang amanah orang tua selama menempuh pendidikan.
Baca Juga: Jemaah 5 Rajab Mulai Masuk Tapin, Lalu Lintas Kian Padat
“Jaga diri, jaga pergaulan, dan selalu kabari orang tua atau teman dekat,” tutup Yunani. (*)
Editor : M. Ramli Arisno