Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pasien Meninggal Akibat Birokrasi, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Tuntut Evaluasi Total Manajemen RSUD Pangeran Jaya Sumitra

Jumain Radar Banjarmasin • Selasa, 23 Desember 2025 | 15:00 WIB

 

Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi.
Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi.
 

KOTABARU - Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Abu Suwandi tak mampu menyembunyikan amarahnya. Politikus PAN (Partai Amanat Nasional) ini marah setelah menerima laporan memilukan PM terkait buruknya pelayanan kesehatan di Bumi Saijaan.

Seorang pasien dikabarkan meninggal diduga akibat lambatnya penanganan medis yang terbentur birokrasi atau standar operasional prosedur (SOP) yang kaku.

"Saya sangat kecewa. Jangan sampai SOP dijadikan tameng untuk membiarkan nyawa warga melayang!" tegas Abu Suwandi kepada Radar Banjarmasin, Selasa (23/12).

Senin (22/12) sekitar pukul 13.00 Wita, seorang pasien dengan gejala sesak napas berat dibawa ke Puskesmas Tanjung Selayar. Kondisinya yang kritis membuat keluarga meminta pasien segera dirujuk ke RSUD Pangeran Jaya Sumitra.

Namun, proses rujukan terlambat karena pihak puskesmas menunggu lampu hijau dari Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kotabaru sesuai aturan rujukan.

Hingga pukul 16.00 Wita, tidak ada respons pasti dari pihak rumah sakit. Padahal, kondisi pasien sudah sangat lemah.

Setelah Abu Suwandi menelepon Direktur RSUD secara pribadi, barulah pasien diberangkatkan. Malang, dalam perjalanan yang memakan waktu berjam-jam tersebut, oksigen di mobil ambulans habis di tengah jalan.

Meski sempat mendapat penanganan setiba di IGD, nyawa pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal 30 menit kemudian.

Kegeraman Abu Suwandi memuncak saat dirinya coba mengklarifikasi kejadian ini kepada manajemen RSUD Pangeran Jaya Sumitra. Ia mengaku sangat kesulitan menghubungi direksi maupun Dewan Pengawas rumah sakit.

Bahkan, saat mendatangi IGD secara langsung, ia justru disambut dengan sikap tidak ramah oleh oknum tenaga medis.

"Etika pelayanan nol besar. Saya datang sebagai wakil rakyat saja diperlakukan kasar, apalagi masyarakat biasa. SDM di sana benar-benar harus dievaluasi total," tegasnya.

Tak ingin kejadian serupa terulang, DPRD memastikan akan memanggil seluruh pihak terkait untuk mempertanggungjawabkan insiden ini.

"Kami panggil pihak RSUD, Dinas Kesehatan, puskesmas, hingga keluarga pasien dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kami ingin tahu kenapa SOP lebih berharga daripada nyawa manusia,” tutupnya.

Radar Banjarmasin coba mengkonfirmasi Direktur RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru dr Adrian Wijaya melalui pesan dan panggilan WhatsApp, namun sampai berita ini ditayangkan belum ada tanggapan.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#Kotabaru #rsud #dprd #pasien meninggal